Sudah Sepekan Kebakaran Pabrik Korek Api di Tangerang Belum Padam
- VoxPop/ Sherly
VoxPop – Hingga Selasa 9 November 2021, atau hampir sepekan api yang membakar pabrik korek gas di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang Banten, belum juga padam 100 persen.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Tangerang, Abdul Munir mengakui bahwa pihaknya mengalami kendala dalam proses pemadaman api.
"Kita alami kendala, ada dua faktor yakni bahan yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan, serta korek api gas yang tertimpa reruntuhan hingga susah dicapai alat pemadam," katanya.
Bagian tersulit dalam proses pemadaman berada di area belakang atau gudang. Di mana untuk memadamkan api di area itu, pihaknya melakukan enam cara.
"Yang sulit itu di bagian belakang, kita sudah melakukan pemadaman secara maksimal, baik itu dengan cara di urai manual, lalu kita sisir lokasi, kemudian cara suntik, di jet atau tembak fokus, hingga semprot menyebar," jelasnya.
Kebakaran di pabrik korek api gas di Pakuhaji, Tangerang.
- VoxPop.co.id/ Sherly (Tangerang)
Adanya hal ini, satu mobil pemadam kebakaran dan 6 petugas BPBD masih bersiaga di lokasi untuk terus memantau api yang sewaktu waktu kembali membesar.
"Kita masih siagakan petugas disana, untuk berjaga-jaga kalau api membesar," ungkapnya.
Kronologi Kebakaran Pabrik
Kebakaran di pabrik korek api gas di Pakuhaji, Tangerang.
Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang Kota menjabarkan kronologi singkat peristiwa kebakaran di pabrik korek api gas di Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
Kapolsek Pakuhaji Ajun Komisaris Polisi Dodi Abdulrohman mengatakan, titik api berawal dari area Quality Control (QC) atau bagian depan pabrik. Dimana informasi awal, terdapat percikan api dari korek api gas yang berada di area tersebut.
"Jadi, saat itu masih banyak pekerja atau karyawan di dalam pabrik, kemudian terdapat beberapa karyawan yang melihat adanya percikan api dari susunan korek api gas di bagian QC," katanya, Rabu, 3 November 2021.
Melihat itu, seluruh karyawan yang berjumlah 80 orang langsung menyelamatkan diri melalui pintu evakuasi di bagian belakang.
"Pas ada percikan, sempat berusaha dipadamkan pakai APAR tapi tidak berfungsi, di sana semua pekerja langsung menyelamatkan diri lewat pintu evakuasi yang ada di bagian belakang karena kalau lewat depan sudah tidak memungkinkan, mengingat api berasal dari area depan," ujarnya.
