5 Korban Tewas Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II Teridentifikasi, Ini Nama-namanya
- ANTARA/Willi Irawan
Surabaya, VoxPop – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Jatim) mengidentifikasi lima korban meninggal kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, dan menyatakan seluruh korban tidak meninggal akibat luka bakar.
“Tidak ada yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat asap lalu melompat ke laut dan tenggelam, atau lemas setelah berada di laut,” kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim Komisaris Besar (Kombespol) Wahono Edhi P. di Surabaya, Senin.
Ia menjelaskan identifikasi dilakukan terhadap lima kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya sejak Minggu 2 Agustus hingga Senin 3 Agustus. Seluruh korban berhasil diidentifikasi melalui data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan.
KM. Mutiara Sentosa II
- [Istimewa]
Wahono menyebutkan korban pertama adalah Sri Indratmo Wijaya (47), laki-laki, warga Dukuh Plungguh, Mulyoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, data gigi, rekam medis, dan barang kepemilikan.
Korban kedua adalah Siti Fatimah (57), perempuan, warga Jalan Sultan Abdullah 2, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, gigi, rekam medis, visual, dan barang kepemilikan.
Korban ketiga adalah Sari Sukoco (39), laki-laki, warga Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, visual, dan barang kepemilikan.
Korban keempat adalah Rino Eka Putra (48), laki-laki, warga Kampung Dalam Nomor 84, Jorong Tengah, Koto Sembilan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Identifikasi dilakukan melalui sidik jari serta data medis dan visual.
Korban kelima adalah Yedi Hendrawan (63), laki-laki, warga Teruwring, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, data medis, dan visual.
Menurut Wahono, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan sebagian korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap sebelum melompat ke laut. Dalam kondisi kesadaran menurun, korban diduga tenggelam.
Ia menambahkan sebagian korban lain melompat ke laut dalam keadaan selamat, namun diduga tidak mampu berenang atau mempertahankan diri sehingga mengalami kelemasan. Kondisi tersebut dapat diperberat oleh banyaknya air laut yang tertelan.
