Tanah Jakarta Berdaya Serap Rendah, Tak Cocok Dibuat Sumur Resapan

Sumur resapan yang dibagun di Jakarta Pusat.
Sumber :
  • VoxPop/Willibrodus

VoxPop – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menilai sumur resapan yang saat ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak cocok dibuat di tanah Ibu Kota.

img_title Babak Baru Perkara Anggota DPRD Bekasi, Dakwaan Pengeroyokan Dibacakan di Sidang Perdana

Menurut dia, sumur resapan tidak begitu cocok di DKI Jakarta karena kontur tanahnya berdaya serap rendah hingga berpotensi tidak mengurangi genangan dan menambah cadangan air tanah.

Untuk itu, Politisi PDIP tersebut menyarankan langkah yang cocok dalam mengatasi banjir, adalah penataan infrastruktur yang baik dan terintegrasi mulai dari pompa, sungai dan drainase.

img_title Indonesia Dorong Negara ASEAN Perkuat Hak Kelola Hutan untuk Masyarakat

Baca juga: Polisi Tembak Begal Sadis di Medan, Aksinya Buat Korban Jatuh Terseret

"Yang paling cocok, melakukan revitalisasi perbaikan saluran air komunal di permukiman padat dan perumahan yang kebanyakan tidak berfungsi dengan baik secara simultan dan terprogram. Setelah itu baru normalisasi kali mulai memasang 'sheet pile' di semua kali Jakarta. Saya yakin jika normal, banjir karena air kiriman dari hulu akan bisa teratasi," ucap Kenneth dikutip dari Antara, Jumat 10 Desember 2021.

img_title Kebakaran Hebat Landa Ruko Central Cikini, 20 Mobil Damkar Dikerahkan

Seperti diketahui, sumur resapan merupakan salah satu program andalan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam mengantisipasi banjir. Pada 2021, dia menargetkan membangun 25.647 titik sumur resapan.

Sampai dengan 27 Oktober 2021, Pemprov DKI sudah membangun 12.482 titik sumur resapan. Program ini semula akan dilanjutkan pada 2022 dan sudah diajukan anggaran Rp322 miliar untuk membangun 26 ribu sumur resapan, kemudian dikurangi menjadi Rp120 miliar pada pembahasan di Komisi D.

Namun, usulan anggaran itu ditolak DPRD DKI di Banggar Besar hingga akhirnya anggaran program sumur resapan tersebut dicoret dari anggaran 2022.

Perencanaan Tak Matang

Tak hanya itu, Kenneth juga menilai program sumur resapan Pemprov DKI Jakarta sebanyak 1.150.242 unit sumur resapan dangkal dan 100 lokasi sumur resapan dalam pada 2021, kurang perencanaan matang.

"Terbukti hingga hingga 9 November 2021, baru terbangun sumur resapan sebanyak 16.035 titik dengan daya tampung 31.498 meter kubik," kata Kenneth.

Ia menjelaskan, seharusnya dari awal Dinas Sumber Daya Air melakukan kajian, peta jalan pekerjaan yang jelas dan tentukan titik mana yang harus dikerjakan oleh kontraktor, kemudian lakukan sosialisasi kepada masyarakat, baru kemudian eksekusi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut