Legislator Ungkap Alasan Penonaktifan 94 Ribu KTP Warga DKI Tak Sesuai Domisili Ditunda

Ilustrasi KTP.
Sumber :
  • VoxPop/Agus Setiawan

Jakarta - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mengatakan, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan penertiban KTP warga DKI yang tak sesuai domisili. Salah satunya yaitu agar menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. 

img_title Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang, BPS Catat Berkurang 430 Ribu Orang

Maka itu, penertiban yang semula akan dilakukan secara bertahap pada Maret 2024, akan diundur setelah keputusan Pemilu 2024.

Ilustrasi E-KTP.

Photo :
  • VoxPop/Muhammad A.R
img_title Mengenal Sosok Ahmad Andi Wibowo Anggota DPRD Tangsel yang Tewas Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Rekam Jejaknya

"Iya, setelah pemilu. Karena takut terjadi hal-hal tidak diinginkan terkait DPT, makanya kita rekomendasikan ganti (dari Maret) jadi setelah Pemilu," kata Mujiyono kepada wartawan, Selasa, 27 Februari 2024.

Mujiyono juga menyebut menonaktifkan KTP seseorang termasuk tindakan yang berbahaya, karena dapat berdampak fatal bagi pemilik KTP. Ia mencontohkan bahwa salah satunya yaitu urusan perbankan.

img_title Pansus 17 Gelar Raker soal Raperda Pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD Kota Bandung

"Karena menonaktifkan NIK seseorang itu berbahaya. Risikonya salah satunya untuk urusan perbankan enggak akan bisa dipakai. NIK dinonaktifkan kemudian dia ada bertransaksi di bank, itu akan ke detect, KTP tak bisa digunakan," kata Mujiyono.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mengungkapkan alasan penertiban KTP warga yang tak lagi berdomisili di Jakarta, batal dilakukan pada bulan Maret 2024. Penertiban itu akan dilakukan secara bertahap setelah menunggu keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pemilu 2024.

"Program penataan dan penertiban kependudukan sesuai domisili akan diberlakukan pasca-pemilu, saat ini kami masih menunggu hasil resmi dari KPU," ujar Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Budi Awaluddin dalam keterangannya, Senin, 26 Februari 2024.

Ilustrasi e-KTP

Photo :
  • VoxPop/ Anwar Sadat.

Budi menegaskan, pihaknya akan melakukan penertiban KTP DKI Jakarta setelah hasil Pemilu 2024 karena sesuai dengan rekomendasi dari Komisi A DPRD DKI. "Memang ini hasil rekomendasi dari Komisi A DPRD DKI Jakarta pada saat kami paparan sosialisasi tahun lalu," ujarnya. 

Selain itu pula, kata Budi, pihak Disdukcapil membutuhkan waktu untuk pendataan jumlah penduduk yang bakal dilakukan penertiban. "Pertimbangannya perlu waktu yang cukup untuk melakukan sosialisasi serta pendataan jumlah yang akan dilakukan penataan dan penertiban dokumen kependudukannya," ujarnya.

Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan yang menyeret anggota DPRD Kabupaten Bekasi

Babak Baru Perkara Anggota DPRD Bekasi, Dakwaan Pengeroyokan Dibacakan di Sidang Perdana

Sidang perdana perkara dugaan penganiayaan yang menyeret anggota DPRD Kabupaten Bekasi, N, mulai bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang, Rabu, 5 Agustus 2026.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut