Ketua RT Ungkap Siswi SD Korban Bullying adalah Anak Yatim dan Tinggal Bersama Nenek di Depok
- VoxPop.co.id/Rinna Purnama (Depok)
Informasi yang diterima Kuswanto, terduga pelaku lebih dari satu orang. Salah satunya adalah warganya yang merupakan tetangga korban. Korban dan terduga pelaku adalah teman main namun beda sekolah.
“Pelaku itu ada anak-anak sini dan anak-anak RT 11 juga, karena mungkin waktu sekolah pernah kenalan atau apa. Kalau pelaku saya belum tahu persisnya berapa orang, cuma dari penuturan korban itu lebih dari dua orang,” katanya.
“Ada salah satunya ada dari warga saya, tapi kalau yang pelaku persisnya saya kurang tahu. Cuma ada yang warga di sini, lalu warga lain, tapi beda RT cuma masih satu RW. Itu beda-beda sekolah. Kalau AU itu di madrasah, nah yang satunya itu ada di sekolah swasta lain, terus ada beberapa juga di sekolah lain juga, ini juga versi dari korban,” ujarnya melanjutkan.
Kuswanto mengaku tidak menyangka kalau warganya menjadi korban bullying. Sehari-hari korban hanya bersama neneknya dan jarang keluar rumah.
“Beda geng, bahkan sekolahnya juga beda. Saya juga nggak nyangka kalau AU bakal ada kejadian seperti itu karena saya yang saya tahu AU itu yatim, lalu biasanya di rumah bareng sama neneknya,” ujarnya.
AU sehari-hari adalah anak yang baik. Di lingkungan, korban tidak ada gelagat aneh apapun. “Kesehariannya ya kalau menurut saya, yang setiap hari saya lihat, berangkat sekolah saya kadang boncengin karena kebetulan ngga ada yang nganterin, kalau pulang juga sama di saat bersamaan saya boncengin. Anaknya baik, makanya terus terang saja ikut sedih,” katanya.
“Jadi dia anaknya pendiam terus kemarin begitu ditanya sama Bhabinkhantibmas, kenapa tidak berusaha melarikan diri ya korban bilang nggak berani. Jadi dia tidak ada kemampuan untuk melawan,” ujar Kuswanto.
