Pengakuan Sopir yang Temukan Wanita ART Tewas dalam Toren di Kelapa Gading
- VoxPop.co.id/Andrew Tito
Jakarta, VoxPop — Seorang wanita lansia berinisial NM (64), yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), ditemukan meninggal dunia di dalam toren air yang berada di rumah majikannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Penemuan ini bermula saat seorang sopir rumah tangga, yang juga bekerja di tempat tersebut, datang ke rumah untuk bekerja pada Kamis pagi 24 Oktober 2024.
NM sempat mengajak sopir tersebut, berinisial IP, untuk membersihkan toren bersama sehari sebelum ditemukan tewas.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Maulana Mukarom, mengonfirmasi adanya percakapan antara NM dan IP sehari sebelum kejadian melalui aplikasi WhatsApp.
Kapolsek Sawah Besar Komisaris Polisi Maulana Mukarom.
- VoxPop.co.id/ Wilibrodus
Dalam percakapan tersebut, NM meminta IP untuk membantu membersihkan toren air di rumah itu pada Rabu 23 Oktober 2024
“Dari chat yang kita temukan di HP, diketahui korban meminta saksi pertama, yaitu sopir yang juga bekerja di rumah tersebut, untuk membersihkan toren air pada hari Rabu,” jelas Maulana dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat 25 Oktober 2024.
Namun, IP tidak bisa memenuhi permintaan NM saat itu karena cuaca yang sangat panas.
Sopir tersebut pun mengusulkan agar pekerjaan tersebut ditunda keesokan harinya, yaitu Kamis pagi, dengan harapan kondisi cuaca lebih bersahabat.
“Si sopir menjelaskan bahwa untuk membersihkan toren siang hari di cuaca panas itu kurang nyaman, mungkin lebih baik dilakukan besok pagi saja. Itulah kira-kira bahasanya,” terang Maulana.
Pada Kamis pagi, IP datang ke rumah seperti biasa untuk bekerja, namun dia menemukan bahwa pintu utama dalam kondisi terkunci. IP kemudian berinisiatif masuk melalui pintu samping, karena ia memiliki kunci tersebut.
Setelah berhasil masuk, IP memanggil-manggil NM dengan sapaan “Mak’e”, panggilan yang biasa digunakan, namun tidak mendapat jawaban.
“Ketika sopir masuk ke rumah, pintu utama ternyata terkunci dari dalam. Karena tidak bisa dibuka, sopir akhirnya memutuskan masuk lewat pintu samping, yang memang ia miliki kuncinya. Setelah itu, ia memanggil ‘Mak’e… Mak’e’, tapi tidak ada balasan,” ungkap Maulana lebih lanjut.
Merasa ada yang janggal, IP memeriksa setiap lantai di rumah tersebut. Setelah tidak menemukan korban di lantai dua, ia kemudian naik ke lantai tiga, yang merupakan area untuk menjemur pakaian.
