Kebakaran Maut Pabrik Pakan Ternak di Bekasi karena Alat Produksi Meledak
- VoxPop.co.id/Andrew Tito
Bekasi, VoxPop – Kebakaran besar melanda pabrik PT Jati Perkasa Nusantara di Jalan Pondok Ungu, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, pada Jumat 1 November 2024 pagi.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Namar Naris, mengungkapkan bahwa sumber awal api berasal dari ledakan yang terjadi pada salah satu alat produksi di pabrik.
“Api berasal dari ledakan alat produksi,” ujarnya kepada wartawan pada Jumat malam. Menurut Naris, ledakan ini mengeluarkan percikan api yang langsung menyambar bahan-bahan mudah terbakar di sekitar lokasi produksi.
Percikan api yang muncul dari alat produksi tersebut segera menyambar karung-karung bahan baku pakan ternak di sekitar area ledakan.
Api yang semula kecil kemudian menyebar dengan cepat saat menyentuh beberapa karung bahan baku, salah satunya adalah minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang merupakan bahan utama dalam produksi pakan ternak di pabrik tersebut.
Menurut Naris, pihak manajemen pabrik menjelaskan bahwa bahan pakan ternak di pabrik ini mengandung CPO sebagai bahan utama.
“Dari informasi yang diberikan oleh manajemen, bahan baku utama pakan ternak yang digunakan memang terbuat dari CPO,” jelasnya.
Kebakaran sebuah pabrik di wilayah Bekasi
- VoxPop.co.id/Andrew Tito
Kontak langsung dengan CPO menyebabkan kobaran api semakin membesar, menyulitkan petugas untuk melakukan pemadaman secara efektif.
Kebakaran ini tak hanya membakar bahan-bahan baku, tetapi juga menghancurkan struktur bangunan pabrik. Seng dan baja yang terdapat di atas bahan baku ikut terbakar, menyebabkan atap roboh dan menimpa area alat produksi di bawahnya.
Kondisi ini memperparah kebakaran dan menjadi salah satu faktor utama yang menyulitkan petugas dalam memadamkan api.
“Atap baja dan seng ambruk menutupi area produksi, jadi kita harus menggunakan alat berat seperti beko untuk memindahkannya,” kata Naris, menjelaskan tantangan yang dihadapi para petugas damkar.
Naris juga menepis dugaan awal bahwa kebakaran ini mungkin diakibatkan oleh korsleting listrik.
“Dari informasi karyawan yang ada di lokasi, mereka menyebut bahwa ledakan berasal dari alat produksi, bukan dari korsleting atau arus pendek listrik. Mereka memahami bahwa sumbernya jelas dari alat produksi,” tegasnya.
