Polisi Sebut WNA Afrika Ngamuk di Kalibata City Positif Amfetamin
- Tangkapan Layar Instagram @fakta.jakarta
Lebih lanjut, Mansur menyebut bahwa pelaku merupakan WNA asal Afrika yang tinggal di Apartemen Kalibata City. Meskipun belum disebutkan secara pasti negara asalnya, pihak Imigrasi telah mengkonfirmasi bahwa dokumen keimigrasian pelaku dalam kondisi lengkap.
"Yang bersangkutan bukan sedang berbelanja, tapi memang tinggal di sini. Dia WNA dari Afrika, izin tinggalnya masih berlaku sampai Mei 2025. Statusnya di dokumen tercatat sebagai investor. Tapi dia tinggal di Kalibata City. Padahal seharusnya berdasarkan izin, dia mesti tinggal di Jakarta Barat,” jelasnya.
Karena dalam kondisi mabuk, kata Mansur, WNA asal Afrika itu diamankan untuk mencegah kegaduhan lebih lanjut di lingkungan mal dan apartemen. Sebab, pelaku sempat terlihat hendak melemparkan dua anak laki-lakinya yang masih berusia 3 tahun dan 2 tahun. Untungnya, petugas segera bertindak cepat menyelamatkan anak tersebut.
"Dia dalam kondisi mabuk dan membuat keributan. Kami amankan untuk mencegah kegaduhan lebih lanjut di lingkungan mal dan apartemen. Kami langsung rebut anaknya saat dia mau lempar. Anak-anaknya kami amankan. Keduanya laki-laki, masih balita,” ungkapnya.
Setelah berhasil diamankan, pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Polisi membantah kabar bahwa pria itu sempat dikeroyok, tapi luka-luka yang dialaminya itu karena terjatuh ketika coba melarikan diri.
“Tidak benar kalau dia dikeroyok. Dia lari dari area lobby ke tangga supermarket, jaraknya sekitar 10 meter. Di situ dia terjatuh sendiri saat berusaha kabur dari petugas,” kata Mansur.
Pihak kepolisian menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Imigrasi untuk menelusuri lebih lanjut keberadaan dan aktivitas pelaku di Indonesia, termasuk kemungkinan pelanggaran terkait tempat tinggal yang tidak sesuai izin.
