KRL Gangguan Imbas Sambaran Petir, Perjalanan di Jalur Green Line Tersendat

Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line
Sumber :
  • Dok. KAI Commuter

Jakarta, VoxPop – Gangguan operasional pada layanan Commuter Line kembali terjadi dan memicu keluhan dari para pengguna transportasi publik di wilayah Jabodetabek. Insiden yang disebabkan oleh faktor cuaca ini berdampak langsung pada perjalanan kereta rel listrik (KRL), khususnya di jalur yang cukup padat. 

img_title Tak Perlu Scan QR Lagi, Bayar MRT hingga KRL Kini Cukup Tempel HP Android

Situasi tersebut pun ramai dibahas di media sosial, dengan banyak penumpang menyuarakan keresahan mereka akibat keterlambatan dan ketidakpastian informasi di lapangan.

Berdasarkan informasi dari akun resmi X CommuterLine, gangguan terjadi akibat masalah pada Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas antara Stasiun Jurangmangu dan Pondok Ranji. Gangguan ini diketahui disebabkan oleh sambaran petir yang berdampak pada operasional perjalanan kereta.

img_title Viral Pria Nekat Gelantungan di Gerbong KRL Jurusan Tanjung Priok, KAI Commuter Langsung Blacklist!

Terdapat gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji dan masih dalam proses penanganan petugas," demikian dikutip dari akun X resmi KRL, Senin, 4 Mei 2026.

Selanjutnya, dijelaskan pula penyebab utama gangguan tersebut. "Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir dan saat ini dalam proses penanganan."

img_title Suara Game Mobile Legend Terdengar dari Speaker Stasiun KRL, Netizen Soroti Petugas Sedang Push Rank

Akibat gangguan tersebut, perjalanan KRL di lokasi terdampak tidak dapat langsung melintas dan harus menunggu kondisi dinyatakan aman. Hal ini berdampak pada penyesuaian pola operasi perjalanan kereta di jalur tersebut.

"Gangguan operasional pada Listrik Aliran Atas diantara Stasiun Jurangmangu-Pondok Ranji sehubungan imbas tersambar petir saat ini masih dalam proses penanganan."

Sebagai dampaknya, sejumlah perjalanan KRL mengalami perubahan rute. Kereta dari arah Rangkasbitung dan Parung Panjang hanya dapat beroperasi hingga Stasiun Serpong. 

Sementara itu, perjalanan dari Tanah Abang hanya sampai di Stasiun Kebayoran. Bahkan, beberapa perjalanan harus diputar balik lebih awal sebagai bagian dari rekayasa operasional.

Situasi ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang tengah melakukan perjalanan. Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan keluhan mereka secara langsung.

"Udah hampir sejam min kejebak di kereta, masa infonya daritadi cuma lagi dalam penanganan aja? gaada penanganan lain buat penumpang yang kejebak di tengah perjalanan nya kahh??" komentar salah satu netizen. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut