2015, Banyak Kasus Kriminal di Jakarta yang Tak Tuntas
Kamis, 31 Desember 2015 - 12:08 WIB
Sumber :
"Ada indikasi tulisan itu bukan identik tulisan korban. Kedua, kalau dia bunuh diri dengan menggendong tas, dia masih punya peluang untuk melepaskan dan membuang batunya," kata Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di masa awalnya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Kasus ini memang menjadi atensi pihak kepolisian. Polisi pun membentuk tim Satgas Akseyna yang merupakan gabungan Polres Kota Depok dan Polda Metro Jaya. Gelar perkara pun dilakukan berulang kali dengan mengundang Kolonel Mardoto dan pihak UI.
Selain itu, Polisi pun membuat alamat surel peduli.akseyna@gmail.com untuk menghimpun informasi dari pihak-pihak yang mengetahui kabar Ace di hari-hari terakhir hidupnya.
Dalam kasus Akseyna, Krishna pun menyebut letak kesulitan penyelidikan kasus ini adalah rusaknya tempat kejadian perkara sehingga anjing pelacak tak dapat mengendus jejak si pelaku.
2. Pembunuhan Pengusaha Nelson Marbun
Pembunuhan pengusaha Nelson Marbun (65) di Rumah mewah di Kompleks Taman Meruya Blok A 11 RT 09 RW 04 Kembangan Jakarta Barat, hingga saat ini juga belum terungkap.
Rumah mewah tersebut disatroni tamu tak diundang pukul 02.00 dini hari, Sabtu, 12 September 2015. Si tamu dengan membabi buta membacok Marbun di bagian lengan, wajah, kepala belakang, leher dan telinga kirinya.
Istri Marbun pun tak luput dari kesadisan pelaku. Riris Boru Pasaribu (63) mengalami luka terbuka di bagian kepala kiri atas, sela-sela jari tangan kiri dan luka memar di bagian kepala belakang.
Sementara itu, dua asisten rumah tangga Nelson, yaitu Nurhamah (18) dan Yusniati (19) disekap pelaku. Semula polisi mengatakan peristiwa ini adalah kasus perampokan sadis karena informasi awalnya pelaku menguras habis harta benda Nelson.
"Dugaan sementara telah terjadi perampokan disertai kekerasan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulisnya.
Polisi pun mengamankan seorang kuli bangunan berinisial NH yang diketahui sedang membangun rumah di belakang rumah Marbun. NH diamankan karena duabasisten rumah tangga Marbun mengatakan wajah pelaku mirip NH. Namun seiring pemeriksaan, polisi melepas kuli bangunan karena tidak ada bukti yang mengarah kepadanya.
Halaman Selanjutnya
