2015, Banyak Kasus Kriminal di Jakarta yang Tak Tuntas

Akseyna Ahad Dori semasa hidup.
Sumber :
  • Facebook

img_title Polisi Kejar Penadah dan Pembeli Kabel Gorong-gorong Istana

Sementara itu, Mudiran mengaku akan melimpahkan kasus ini ke Polres Metro Jakarta Selatan. "Ini tergolong kasus berat, makanya sedang saya mau limpahkan ke Polres. Nanti saya mau bicara dulu dengan Kapolsek," ucap Mudiran.
img_title Penculik Gadis Remaja di Pasar Minggu Ditangkap


img_title Wartawan Istana Ditipu Oknum PNS Kemenhub
Terakhir, kata Mudiran, pihaknya mendapat petunjuk dari beberapa saksi bahwa para pelaku pembunuhan adalah kelompok pengamen yang beroperasi di Tangerang. Dia sudah mengirim orangnya kesana, tapi kemudian kembali tanpa hasil.

Dalam kasus ini Polisi melakukan cara-cara penyelidikan tradisional. Sebab korban tak memiliki ponsel yang dibawa pelaku. Makanya Polisi melacak dengan cara mencari para saksi dengan menelusuri kelompok-kelompok pengamen yang dicurigai. ‎

Makanya, kasus ini lebih rumit ketimbang kasus pembunuhan lainnya dalam pengungkapannya. Sebab Polisi tak bisa melakukan pelacakan dengan teknologi apapun.

5. Mayat di dalam mobil BMW


Wiliyanto (30), ditemukan tewas di dalam Mobil BMW bernomor polisi B 2074 RS. Mobil tersebut terparkir dalam bengkel Andri Service Motor milik kakaknya sendiri Andri (41) di Pulogadung, Jakarta Timur, itu ditemukan tewas, Jumat 23 Oktober 2015.

Ia ditemukan usai dua hari dinyatakan menghilang oleh keluarganya. Menurut Andri, adiknya memang sering menghabiskan waktu di dalam mobil tersebut, bahkan tidur di mobil.

Jasad Willy yang memasuki tahap pembengkakan berada di pintu belakang kanan mobil dengan kondisi tangan dan kaki terikat serta ada jerat di kepalanya dan mulutnya di lakban. Saat ditemukan, keponakannya Dendy mencium bau busuk dari dalam mobil.

Darah yang tak tercecer di dalam mobil mengindikasikan Wiliyanto dihabisi dulu di suatu tempat. Tapi ironisnya, para montir lain termasuk Andri, kakak korban, tak memergoki pelaku memasukkan korban ke BMW yang berada paling pojok bengkel itu.

Hasil visum menunjukan penyebab utama Wiliyanto tewas karena kehabisan napas akibat sumpalan di mulut.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa beberapa kerabat dekat Willy, didapati fakta tak ada satu pun harta benda Willy yang hilang sehingga kasus ini diduga murni pembunuhan.

"Barang korban diketahui tidak ada yang hilang, masih kami dalami lagi. Kami masih cari motifnya," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Polisi Umar Faroq.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut