DKI Berencana Bantar Gebang Tak Lagi Jadi TPA

Ilustrasi truk sampah.
Sumber :
  • ANTARA/Risky Andrianto

VoxPop.co.id – Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, saat ini keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang telah menunjukkan adanya perubahan.

img_title Kronologi Kebakaran TPS Liar di Jakarta Timur hingga Seorang Petugas Damkar Gugur

Hal ini dikatakan adanya penambahan armada truk baru berjumlah 40 unit yang akhirnya bisa mengurangi waktu tunggu bagi truk untuk mengangkut sampah, dari yang sebelumnya selama 12 jam sekarang menjadi satu jam.

"Jadi waktu (truk) mulai datang, bongkar, itu hanya butuh waktu tunggu 15 menit. Ini relatif bagus. Syukur kalau bisa lebih cepat lagi," ujar Sumarsono di kantor Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, Selasa, 13 Desember 2016.

img_title Shopee Indonesia Buktikan Komitmen Peduli Alam dan Lingkungan di Hari Mangrove Sedunia 2026

Tidak hanya itu, Sumarsono juga mengatakan, untuk mengelola sampah di Jakarta pihaknya tengah membangun sarana pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang berada di lima lokasi.

Saat ini pengelolaan sampah tersebut atau disebut Intermediate Treatment Facility (IFT) telah di bangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

img_title Pramono Gratiskan Tarif Parkir Kontainer Kosong di Tanah Merdeka

Dengan adanya tempat ini, diharapkan Bantar Gebang tak lagi jadi tempat pembuangan sampah terakhir bagi warga Jakarta.

"Tapi sekarang ini masih tergantung juga kepada Bantar Gebang. Maka dari itu, dalam jangka waktu lima tahun ke depan baru solusi itu bisa permanen. Sekarang baru tahap pengembangan," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kanan) di Balai Kota DKI Jakarta

Pramono Anung Ancam Buka Nama Perusahaan Penimbun Sampah Ilegal usai Kebakaran TPS Liar Tewaskan Petugas Damkar

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengancam mengumumkan nama perusahaan penimbun sampah ilegal di Jakarta usai kebakaran TPS liar yang menewaskan petugas damkar.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut