Polri Sesalkan Kapolres Salah SOP di Pembubaran Zikir

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto
Sumber :
  • VoxPop/Irwandi

VoxPop – Polri mencopot Kapolres Banggai, Ajun Komisaris Besar Polisi Heru Pramukarno terkait pembubaran perkumpulan ibu yang berzikir di tengah proses eksekusi lahan sengketa di Tanjung Sari, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ada pelanggaran prosedur yang dilakukan, karena seharusnya mengedepankan dialog.

img_title Nama Pengganti Wakapolri Sudah Diajukan Tito Karnavian

Polri menilai, Polres Banggai seharusnya mengedepankan peran Polwan saat proses negosiasi, dibandingkan harus melepaskan gas air mata.

"Kita sudah punya SOP (standar operasional prosedur). Ini melanggar SOP. Orang sedang zikir, pertama yang saya sampaikan negosiasi. Kita sampaikan ini harus bubar, kalau tidak mau, kalau pun penindakan, itu ibu-ibu yang dikedepankan Polwan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Jakarta, Minggu 25 Maret 2018.

img_title Jabat Menpan-RB, Syafruddin Bantah Titipan JK

Setyo menerangkan, jika upaya negoisasi gagal, Polri tidak boleh langsung menembakkan gas air mata. "Setelah itu dilakukan (dan tidak berhasil), kita tidak boleh langsung melakukan tembakan gas air mata," kata Setyo.

Setyo memberi contoh dirinya dahulu pernah melakukan eksekusi serupa di Indramayu, Jawa Barat. Saat itu, polisi diadang ibu-ibu dan akhirnya pasukan Polwan diturunkan.

img_title Serah Terima Jabatan, Asman Abnur: Selamat Komjen Syafruddin

"Saya dahulu melakukan itu di Indramayu. Tetapi, yang kita kedepankan polwan. SOP itu penting. Ini terkait dengan jaminan kualitas pekerjaan kita, quality insurance," terang Setyo.

Ditanyai soal langkah Polri selanjutnya terhadap AKBP Heru Pramukarno, Setyo menuturkan, akan melihat perkembangan proses pemeriksaan di Propam.

"Terkait tindak lanjut atau hukumannya apa, nanti kita tunggu," ucap Setyo.

Sebelumnya, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin merasa geram, setelah menerima laporan perihal tindakan represif aparat Kepolisian terhadap para ibu yang menggelar zikir, saat proses eksekusi lahan Tanjung Sari.

Dia menegaskan, Polri telah mengambil langkah cepat untuk menginvestigasi soal kebenaran informasi tersebut.

Syafruddin menerangkan bahwa Tim Divisi Propam Polri telah berada di lokasi sejak sehari pascakericuhan di Tanjung Sari. Dia menambahkan, kemungkinan hasil investigasi diterima dirinya pada Senin 26 Maret 2018.

"Ini mungkin investigasinya minggu depan sudah selesai dan investigasinya menyeluruh, bukan hanya kepada internal Polri, tetapi kepada pengambil kebijakan, yaitu pemerintah daerah, akan kita proses semuanya," ucap Syafruddin di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 23 Maret 2018. (asp)

Jenderal Idham Azis dilantik Presiden Jokowi sebagai Kapolri.

Kapolri Idham Azis Ternyata Pernah Gagal Jadi Wakapolri

Idham Azis telah resmi menjabat sebagai Kapolri.

img_title
VoxPop.co.id
2 November 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut