CFD Tegang, Massa #2019GantiPresiden Lakukan Intimidasi
- ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Imbauan itu disampaikan agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Tapi mereka tetap ingin aksinya melintasi kawasan Bundaran HI. Mereka pun lantas memulai kegiatan jalan sehat dengan dikawal polisi bersepeda. Namun, diduga ada beberapa dari mereka yang tertinggal. Mereka yang tertinggal itu mendapat intimidasi.
"Tapi mereka ada yang terpisah, tidak ada koordinator lapangannya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Roma menjelaskan kalau pihaknya telah menurunkan dua kompi personel yang mana dari masing-masing kompi menjaga aksi keduanya. Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman kejadian itu untuk melihat adakah tindak pidana. Namun, sejauh ini memang belum ada yang membuat laporan di kepolisian.
"Cuma ada yang sisa-sisa tertinggal jauh di belakang. Itu yang mungkin jadi masalah. Kan kita sudah imbau 'pak, di sana kan mereka sudah tahu ada itu (massa dengan kaus #2019GantiPresiden). Kita mohon maaf kalau bisa diikuti saran kita," katanya.
Kecam Aksi Intimidasi
Sejumlah tokoh mencekam aksi intimidasi yang dilakukan massa dari dengan kaus #2019GantiPresiden terhadap massa yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja di wilayah Bundaran HI.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyayangkan kejadian itimidasi itu. Bahkan dia merasa tersayat dan menangis hatinya melihat persekusi terhadap wanita dan anak lelakinya di arena CFD itu.
Dia secara pribadi tidak mempermasalahkan siapa saja yang ingin ganti Presiden, karena itu hak masyarakat. Juga bagi mereka yang tetap ingin mempertahankan Presiden. Namun itu ada mekanismenya.
"Mau ganti Presiden itu hak, mau mempertahankan Presiden itu hak. Silakan saja, itu ada mekanisme konstitusionalnya. Tapi hati saya sangat tersayat dan menangis jika ada ibu yang hanya berduaan dengan anaknya dipersekusi ramai-ramai. Mudah-mudahan video yang menyayat hati itu hanya hoax karena montase," kata Mahfud MD melalui twitternya.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam keras intimidasi terhadap seorang ibu dan anaknya pada acara Car Free Day (CFD) di Bundaran HI. Mohamad Guntur Romli Jubir PSI untuk bidang perjuangan toleransi dan melawan intoleransi mengatakan, dalam demokrasi perbedaan aspirasi dan beda kaus harusnya tetap dihormati dan dihargai dan boleh saling melecehkan.
