Dua Hari Usai Dikukuhkan Jawara Pilgub Jateng, Ganjar Marah-marah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menginspeksi kantor Dinas Pendidikan di Semarang pada Selasa, 10 Juli 2018.
Sumber :
  • VoxPop/Dwi Royanto

VoxPop – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegur keras sejumlah kepala sekolah yang kedapatan tak memverifikasi pendaftar SMA/SMK negeri dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Hal itu menyusul temuan ratusan surat keterangan miskin palsu dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tahun 2018.

img_title Terkendala Biaya, Korban Penyekapan di Bandung Terancam Tak Bisa Lanjutkan Perawatan di RS

Teguran itu disampaikan setelah dia menemukan sejumlah sekolah yang menerima siswa dengan SKTM dengan jumlah janggal. Data janggal seperti halnya penggunaan SKTM mencapai di atas 60 persen, bahkan ada yang sampai 90 persen.

Ada tiga kepala sekolah yang ditegur keras Ganjar karena sekolahnya belum memverifikasi pendaftar SKTM, yakni SMA Mojogedang Karanganyar, SMK Negeri 2 Blora, dan SMK 1 Purwokerto.

img_title Pengisian PDSS Diperpanjang, Ratusan Sekolah dapat Keringanan Penyelesaian

"Memang saya tegur beberapa kepala sekolah yang tidak melakukan verifikasi. Saya tegur keras. Ya, kalau tidak mau jadi kepala sekolah, ya, berhenti. Kalau saya tegas saja sekarang," kata Ganjar saat menginspeksi kantor Dinas Pendidikan Jateng di Semarang pada Selasa, 10 Juli 2018.

Ancaman pemecatan kepada kepala sekolah usai Ganjar menelepon langsung kepala sekolah itu. Pertama yang ditelepon adalah kepala SMA Negeri Mojogedang Karanganyar, Purwadi. Awalnya, Gubernur menanyakan Purwadi memverifikasi SKTM atau tidak di sekolahnya. Hal itu merujuk data jumlah pendaftar SKTM di SMA Negeri Mojogedang yang melebihi daya tampung.

img_title Sosok Menteri yang Mencetus Sistem Zonasi dan Alasan di Balik Penerapannya dalam PPDB

Jawaban Purwadi dalam telepon tidak dapat terdengar oleh wartawan karena tidak disetel mode pengeras suara. Namun reaksi Ganjar memperlihatkan bahwa orang yang diteleponnya tak melaksanakan verifikasi itu.

"Pak, jenengan (Anda) berarti tidak melakukan perintah kepala dinas, ya, untuk verifikasi faktual? Hari ini verifikasi, saya minta semua guru diturunkan. Laporkan pada siang hari ini juga," kata Ganjar kepada Purwadi.

Rupanya Purwadi beralasan kepada Ganjar bahwa dia belum memverifikasi karena tidak mendapatkan perintah tertulis berupa surat dari Dinas Pendidikan setempat. Sang gubernur yang baru dua hari lalu dikukuhkan sebagai pemenang Pemilihan Gubernur Jawa Tengah itu pun kian berang karena membuktikan kepekaan si kepala sekolah rendah.

"Eh, Pak," ujar Ganjar dengan nada suara mulai meninggi, "enggak pakai surat-suratan (verifikasi).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut