Jokowi Teken Inpres Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional

Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

VoxPop – Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

img_title Gelar Adat Jokowi Terus Bertambah, Ahmad Ali: Rakyat Mengingat Hasil Kerja

Inpres yang dikeluarkan pada 25 Januari 2019 itu, sangat menspesialkan cabang olahraga sepakbola di Tanah Air. Untuk memajukan itu, maka Inpres itu ditujukan ke 12 kementerian, Kapolri, dan seluruh gubernur dan bupati/wali kota.

Ada 12 menteri yang diinstruksikan, untuk membantu percepatan pengembangan sepakbola Tanah Air. Dari Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Mendikbud, Menteri Agama, Menristek Dikti, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Agraria, Menteri PUPR, Menkes, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasinoal/Bappenas.

img_title Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mengatakan, dia belum baca isi Inpres itu. Namun, ia menjelaskan, kenapa Inpres itu akhirnya diterbitkan, tidak terlepas dari hasil diskusi dengan Presiden Jokowi dan para pegiat sepakbola.

"Intinya, seminggu yang lalu, kita berdiskusi dengan pak Presiden, dengan beberapa teman-teman dari pegiat bola. Kita berdiskusi untuk memikirkan, siapa kira-kira yang pas menjadi ketua yang perlu kita endorse bersama. Itu lagi cari-cari kemarin," kata Moeldoko, di Istana Negara, Jakarta, Kamis 14 Februari 2019.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

Akhirnya diambil kesimpulan, bahwa masalah sepakbola perlu diatur dan dipercepat perkembangannya. Mengingat, ini adalah olahraga yang paling digemari rakyat.

"Tapi intinya bahwa memang sepakbola itu menjadi hiburan bagi masyarakat luas. Jadi, mungkin kita konsennya seperti itu kenapa harus diatur," katanya.

Namun, menganakemasan cabang olahraga sepakbola melalui inpres ini, bisa saja menimbulkan kecemburuan dari cabang-cabang yang lain, yang berharap mendapat perhatian serupa. "Perlu didalami dulu, saya belum bisa jawab," katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden, Adita Irawati mengatakan, pemerintah ingin agar sepakbola ini bisa berkibar hingga ke level internasional.

"Persepakbolaan Indonesia akan lebih berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, dibutuhkan penanganan hulu ke hilir yang terintegrasi di beberapa kementerian," katanya melalui pesan singkat. (asp)

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi, Roy Suryo menghadiri sidang putusan praperadilan

Roy Suryo Janji Tak Ambil Uang Ganti Rugi Rp206 Juta Jika Menang Praperadilan, Disumbangkan ke Panti Asuhan

Roy Suryo menegaskan seluruh dana hasil gugatan praperadilan ketiga itu akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, seperti panti asuhan maupun masyarakat yang

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut