Suap Meikarta, Dua Koper Berkas Diangkut dari Ruang Kerja Iwa Karniwa

Penyidik KPK menggeledah ruang kerja Sekda Jabar, Iwa Karniwa.
Sumber :
  • istimewa/ Adi Suparman

Kemudian, pencairan kedua terjadi awal Juli 2017, dari Sulaeman melalui Ali yang kemudian uang tersebut diterima Yahya. “Pak Leman kembali menelepon saya, ada titipan uang untuk banner akhirnya kami ketemu di tempat kopi, yang kedua sekitar awal Juli 17,” katanya.

img_title Dedi Mulyadi Tegaskan Nama Jawa Barat Tetap, Bantah Isu Provinsi Berganti Jadi Tatar Sunda atau Pasundan

Uang kedua, diberikan berupa tunai sejumlah Rp300 juta yang dibungkus kantung kresek yang digunakan untuk biaya pembuatan banner sesuai yang diinginkan Iwa. “Uang disimpan di kresek, saya suruh hitung isinya kira - kira sekitar Rp300 juta dan itu kembali sesuai pesan dari Pak Iwa untuk membuat banner,” katanya.

Sementara itu, pencairan ketiga, yaitu terjadi pada awal Juli. “Yang ketiga, dua minggu setelah itu saudara Leman telepon lagi ada titipan uang dalam tas kecil warna cokelat, (saat itu) saya sedang dengan keluarga di Jakarta, Bang Leman telefon Yahya silahkan ditemani,” ujarnya.

img_title Dede Yusuf BIlang Perubahan Nama Jabar Jadi Tatar Sunda Belum Perlu: Nanti yang Lain Tiru, Jateng Jadi Provinsi Solo

Kemudian, Leman dan Yahya menunggu Waras di kediamannya di Bekasi untuk menerima titipan uang tunai senilai Rp500 juta. “Kemudian saya sampai rumah, saudara Leman dan staf saya sudah ada di halaman rumah saya. Saya bilang ‘Yahya tolong uangnya taruh di mobil’ dan saat itu juga saya telepon Iwa Karniwa melalui handphone saya ‘pak ini ada titipan kembali, perintahnya apa?’, ‘antar ke Bandung mas’ kata beliau (Iwa),” katanya.

Lanjut Waras, karena pada saat itu tidak ada agenda ke Bandung, pihaknya meminta staff di DPRD Jawa Barat yaitu Eva Rosiana untuk berangkat ke Bekasi membawa uang tersebut untuk diserahkan kepada Iwa.

img_title ASN Jabar Terdata Transaksi Judol hingga Rp 800 Juta Selama Setahun

“Kemudian saya telepon Pak Iwa ‘tolong diantar ke Bandung mas’, karena saya tidak ada agenda ke Bandung, saya telepon staff yang di DPRD namanya Eva Rosiana, ‘Eva ???jam 9??? kalau bisa sampai Bekasi. Tolong ini antar titipan sesuai perintah beliau’,” ujarnya.

“Jadi, dari Bandung jemput ke rumah saya ke Bekasi. Diambil Eva (uang), saya kasih nomor kontak kalau enggak salah dua kontak, satu ajudan Pak Iwa, satu nomor Pak Iwa. Kemudian sore nya Eva lapor ke saya ‘bang titipan sudah diterima’, saya masih ingat, yang terima siapa? ‘Orangnya beliau’,” ungkap Waras.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut