Siapa Lalai Biarkan 49 TKA China Masuk Kendari Saat Penanganan Corona
- VoxPopnews/Sherly
Kapolda dianggap tidak cermat melakukan pengecekan. Selain itu, koordinasi sebagai pimpinan kepolisian juga sangat buruk dan fungsi intelijen di Polda Sultra tidak berjalan. Pernyataan Kapolda Sultra itu jelas mencoreng institusi Polri.
Karena itu, pernyataannya sebagai pejabat publik yang dipercaya menjaga keamanan di Sultra menjadi sarat dengan kebohongan, yang pada akhirnya bisa meruntuhkan kepercayaan publik tidak hanya pada Polri tapi juga pada pemerintah Jokowi.
"Di samping itu, pernyataan Kapolda Sultra itu telah melanggar janji di mana seorang pejabat publik tidak boleh berbohong dan manipulatif," katanya.
Mantan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahkan mengeluarkan pernyataan keras. Dia menyebut kalau kejadian ini sebagai pengkhianatan bangsa.
"Tak ada kata yang lebih cocok kecuali “pengkhianat bangsa” !" tulis Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, Rabu, 18 Maret 2020.
Seperti diketahui, 49 TKS China ini berasal dari Provinsi Henan, Hebei, Jiangsu, Shaanxi, Jilin dan Anhui. Mereka datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696.
Mereka akan bekerja untuk perusahaan bernama Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) yang beroperasi di Kabupaten Konawe. Mereka telah mendapatkan ijin kerja dari Kementrian Tenaga kerja.
Baca juga: Akhirnya Dikarantina, 49 TKA China Memang Baru Masuk Kendari
