Cerita Istri Sopir Taksi Online Sebelum Dibunuh di Rawamangun

Pengemudi taksi online ditemukan tewas diduga dibunuh di Pulogadung
Sumber :
  • VoxPopnews/Kenny Putra

VoxPop – Pembunuhan seorang sopir taksi online yang terjadi pada Kamis malam, 30 April 2020 lalu menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Korban meninggalkan istri yang sedang mengandung dan seorang anak perempuan yang masih berusia delapan tahun.

img_title Ini Tampang Saepul! Pelaku Mutilasi Sadis di Depok yang Buang Jasad Korban ke Dalam Karung

Istri korban, Haryani Fitri, mengaku tidak memiliki firasat maupun pesan apa pun dari sang suami beberapa hari sebelum pasangannya itu dibunuh dengan cara ditusuk oleh penumpang. Menurut sang istri, korban baru sebulan terakhir mengoperasikan taksi online untuk mendapatkan penghasilan sampingan selain usaha waralaba ayam goreng yang mereka jalankan.

"Biasanya tiap jam kita chat, terus sorenya suami saya enggak bisa di-chat, cuma centang satu. Saya sampai telepon 20 kali tapi enggak diangkat. Akhirnya sekitar jam 9 malam saya keluar untuk cari. Di perjalanan dapat telepon dari Polda katanya ada laka lantas. Cuma katanya kondisi suami sudah enggak bernyawa," kata Haryani dalam wawancara langsung di tvOne, Sabtu 2 Mei 2020.

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Haryani mengatakan mobil yang dipakai oleh suaminya untuk mencari penghasilan tambahan itu baru saja dibeli satu bulan yang lalu. Meski rumah korban di Cikarang, namun beberapa kali juga mengantarkan penumpang ke arah Jakarta sesuai orderan yang diterima pada hari itu.

"Jadi enggak ada pesan terakhir. Hari terakhir itu saya cuma bilang sama dia habis muntah, terus dia jawab 'lagian makannya banyak'. Sudah itu saja, enggak ada yang aneh-aneh," ujar Haryani.

img_title Meksiko Tangkap Bos Kartel Kriminal Otak Pembunuhan Wali Kota Uruapan

Pembunuhan terhadap korban terjadi pada Kamis 30 April 2020 sekitar pukul 16.30 WIB. Mulanya tersangka bernama Irham memesan taksi online dengan menggunakan akun palsu yang dibuat atas nama Bambang, untuk diantarkan ke daerah Rawamangun.

Setibanya di TKP, tersangka berpura-pura menanyakan tarif dan dijawab oleh korban. Namun setelah korban menjawab, pelaku melihat obeng bergagang merah yang berada di kantong belakang kursi mobil depan bagian kiri dan mengambilnya, kemudian menusuk korban dari belakang bagian punggung kiri.

Korban sempat melakukan perlawanan untuk memukul tersangka sekali, lalu memberhentikan mobilnya dan berusaha keluar dari mobil. Setelah berhasil keluar dari mobil dengan maksud meminta bantuan, tersangka langsung berpindah ke posisi depan, mengunci pintu mobil dan langsung meninggalkan TKP.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut