Habib Bahar Ditangkap karena Isi Ceramah Menantang Pemerintah

Habib Bahar bin Smith
Sumber :
  • VoxPop/Adi Suparman

VoxPop –  Aparat kepolisian dan pejabat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia kembali menjemput Habib Bahar bin Smith ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, semalam, Selasa, 19 Mei 2020, pukul 02.00 WIB.

img_title Harga Pertamax Turun, Anggota DPR: Pemerintah Pastikan Kebijakan Harga BBM Ikuti Pasar Global

"Habib Bahar dijemput oleh pihak Kemenkumham didampingi ratusan personil polisi bersenjata lengkap dari Polda Jabar," kata Aziz Yanuar dilansir dari Vivanews.

Ia pun menjelaskan bahwa kliennya itu dijemput aparat keamanan lantaran ceramahnya di tengah masyarakat yang menyinggung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

img_title Qodari: Pemerintah Pastikan Peringatan HUT ke-81 RI Lebih Dekat dengan Rakyat

"Alasannya diduga kuat karena isi ceramah beliau malam Ahad lalu yang menyinggung dan menantang penguasa," ujarnya.

Dalam ceramahnya, Habib Bahar menyinggung kebijakan penguasa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

img_title Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

"Antara lain: rakyat dikorbankan oleh penguasa, rakyat kecil korban penguasa dan lain-lain," katanya.

Sebelumnya, Bahar bebas dari jeruji besi tahanan dan menghirup udara segar dari Lembaga Pemasyarakatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu sore 16 Mei 2020.

Aziz mengatakan, bahwa bebasnya kliennya tidak terlepas dari pertolongan Allah SWT dan juga dari para ulama yang mendoakannya.

"Alhamdulillah berkat rahmat Allah dan doa para ulama, habaib asatidz dan masyarakat," ujar Aziz.

Baca: Kuasa Hukum: Habib Bahar Dijemput Ratusan Polisi Bersenjata Lengkap

Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong.

DPR-Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Bagi PPPK di Daerah

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan pemerintah tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pengurangan gaji PPPK di daerah.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut