Video Viral, Ruslan Buton Cium Tangan Ibu Sebelum Dibawa Polisi
- Twitter: @Syafria24665876
VoxPop – Viral video mantan prajurit TNI Angkatan Darat, Ruslan Buton mencium tangan seorang wanita yang disebut-sebut ibunya sebelum dibawa oleh aparat kepolisian. Video tersebut diunggah akun Twitter Namaku_Anisa pada Senin, 1 Juni 2020.
Dari video yang diunggah, Ruslan terlihat gagah memakai baju kemeja putih lengan panjang dan celana hitam. Sambil berkemas memasukkan sesuatu ke dalam tas, Ruslan duduk dihampiri oleh seorang wanita yang disebut-sebut ibunya.
Entah apa yang disampaikan oleh Ruslan, tapi ujungnya ia menggenggam kedua tangan ibunya lalu menciumnya dengan penuh kecintaan. Bukan cuma Ruslan, seorang petugas berseragam polisi juga ikut bersalaman dengan ibunya Ruslan. Setelah itu, Ruslan bangun dari duduk untuk pergi.
“Restu ibu ,restu Ilahi #RuslanButon,” tulis Namaku_Anisa yang dikutip pada Rabu, 3 Juni 2020.
Serentak, cuplikan video Ruslan itu menuai dukungan dari warganet. Misalnya, akun @Dhita_Soedibjo yang tidak kuat melihat aksi Ruslan mencium tangan seorang ibu sebelum dibawa aparat kepolisian.
“Apa cuma saya yang mewek lihat video ini. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberikan usia panjang, serta kesehatan kepada Ibu agar bisa berkumpul kembali dengan putra kebanggannya dalam kebahagiaan,” tulisnya.
Selain itu, akun Papa Oky @papahebat4 juga terharu dan bangga melihat sikap Ruslan yang meminta doa restu dari ibunya sebelum terbang ke Jakarta untuk menjalani proses hukum yang dialaminya.
“Terharu dan bangga. Cahaya dibalik jendela yang menerangi momen mohon doa restu dari orang tua terpancar seakan mengiringi kepergian patriotik sejati yang tulus. Barakallah Prajurit Sejati. Hormat grakk,” tulisnya.
Baca juga: Ruslan Buton Ditangkap, Fadli Zon: Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai
Berlebihan
Sebelumnya, Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon juga heran dengan sistem demokrasi yang digunakan Indonesia terkait insiden penangkapan Ruslan Buton. Menurut dia, penangkapan Ruslan hanya berdasarkan dari pendapat yang disuarakannya.
Bahkan, Fadli menyebut sikap aparat Polri yang menganggap pendapat Ruslan terkait meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya mundur sebagai upaya makar atau kriminal, itu merupakan langkah yang berlebihan.
