Mahasiswa Trisakti Suarakan Tuntutan ke DPR: Usut Makar hingga Hentikan Kriminalisasi Sipil
- Istimewa
Jakarta, VoxPop – Mahasiswa Universitas Trisakti dari Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti, Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Trisakti melalui Institut Transportasi dan Logistik Trisakti bersama Satuan Gabungan (SATGAB) Universitas Trisakti menyampaikan aspirasi kepada pimpinan DPR, Sufmi Dacso Ahmad, Saan Mustopa, dan Cucun Ahmad Syamsurijal mengenai beberapa agenda unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto, Trisakti secara lantang meminta dan mendorong adanya proses investigasi dugaan proses makar yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Memproses tuntutan 17+1 Tuntutan Rakyat, dan hentikan kriminalisasi mahasiswa.
Ada dua bagian tuntutan yang disampaikan. Pertama adalah '17+8 Tuntutan Rakyat' dan '17 Tuntutan Rakyat Dalam 1 Minggu'-'8 Tuntutan Rakyat dalam 1 Tahun.
“Trisakti ingin membuktikan sikap politik tegas dari Istana Negara melalui Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk tim investigasi dugaan makar dan inisiator unjuk rasa anarkis yang menggiring mahasiswa aksi secara anarkis mengeyampingkan nilai-nilai mahasiswa” kata Ezar dalam audiensi, dikutip Kamis 4 September 2025.
Berbarengan dengan itu, Kepresidenan Mahasiswa Trisakti dalam audiensi mahasiswa di depan pimpinan DPR RI mengkritisi adanya kekerasan dalam prosedural penindakan massa aksi yang terdokumentasikan secara media.
Di point ini, Trisakti ingin Pemerintah Prabowo Subianto dan Pimpinan DPR RI menyikapi secara pikiran jernih bahwasannya mahasiswa bergerak tegak lurus terhadap nilai-nilai mahasiswa dan membebaskan tahanan massa aksi yang tidak terbukti melakukan tindak pidana.
“Menurut saya dan Ketrisaktiaan, rakyat harus adanya berdikari dalam menyikapi situasional politik saat ini. Demonstrasi merupakan salah satunya, Kami memiliki pengalaman dan nasib yang sama dengan para demonstran yang tertangkap. Jika tidak terbukti maka, secara prosedural harus dibebaskan dan dikembalikan ke Ibu dan Ayah mereka," kata Ezar Nolan menceritakan empati dari masyarakat mahasiswa Universitas Trisakti.
Pimpinan dari Keluarga Besar Mahasiswa Trisakti melalui Institut Transportasi dan Logistik Trisakti (ITL) Fakhri Rizqulloh, menyampaikan harapan sekaligus masukan atas dinamika unjuk rasa yang terjadi belakangan ini.
“Menurut saya, aspirasi rakyat yang disuarakan melalui aksi unjuk rasa adalah bentuk nyata dari demokrasi yang harus dijaga dan dihormati. Harapan saya, pemerintah dapat segera mendengar dan menyikapi tuntutan rakyat dengan bijak serta penuh tanggung jawab, bukan dengan pendekatan represif," katanya.
