Keren, Ada Detektif Lacak Warga Positif COVID-19

Aksi Detektif COVID-19 di Bogor.
Sumber :
  • VoxPop/Muhammad AR

VoxPop – Pemerintah Kota Bogor terus berupaya menekan laju penyebaran Virus Corona COVID-19. Berbagai cara ditempuh untuk mengingatkan warga agar tetap mewaspadai penularan virus yang belum ditemukan vaksinnya ini.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, ada tiga langkah yang dilakukan Pemkot Bogor, yakni penguatan mitigasi infeksi, test swab masif hingga kampanye penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

"Pada poin penguatan mitigasi infeksi, kami membangun sistem lacak dan sistem pantau. Yang sering kita dengar istilah surveillance. Kami lakukan penguatan pasukan di lapangan. Kami sebut pasukan ini Detektif Covid (Deteksi Aktif Covid). Jadi, Detektif Covid ini ada dua unit di dalamnya, yakni unit pelacak dan unit pemantau," ungkap Bima Arya di Balai Kota Bogor.

img_title Rakernas XVIII APEKSI Rumuskan 10 Rekomendasi, Wamendagri Bima Arya Harap Jadi Pijakan Wujudkan Kota Berkelanjutan

Bima menjelaskan, tugas unit pelacak di pasukan Detektif Covid adalah untuk melacak atau supporting orang-orang yang teridentifikasi positif. "Mereka harus menentukan ODP-nya semaksimal mungkin, seakurat mungkin setelah diketahui adanya yang positif. Unit pelacak Ini terdiri dari tim di kecamatan, kelurahan, iada Babinsa, Bhabinkamtibmas dan ada juga perwakilan Puskesmas di situ. Seluruhnya ada 370 orang. Tingkat kecamatan masing-masing lima orang dan ada juga di tingkat kelurahan masing-masing lima orang," jelasnya.

Untuk unit pemantau, lanjut Bima, tugasnya untuk memastikan agar orang-orang yang ODP tetap dipantau dan tidak kemana-mana selama 14 hari. "Unit pemantau diperkuat 822 orang di seluruh Kota Bogor karena kita rekrut untuk menguatkan tim yang ada di Puskesmas. Ditambah satu kader di RW Siaga. Jadi ada 822 orang. Pasukan Detektif Covid ini diharapkan bisa mengidentifikasi secara aktif," katanya.

img_title Wamendagri Bima Arya Tegaskan Karnaval Budaya Nusantara Tunjukkan Semangat Kolaborasi Kota di Indonesia

Bima melanjutkan, langkah berikutnya adalah melakukan test swab secara masif hingga mencapai standar yang ditetapkan WHO.

"Jadi sekarang kita fokus pada swab. Rapid akan terus dilaksanakan tapi yang kita genjot adalah swab. Saat ini, jumlah test swab di Kota Bogor adalah 3.596 tes swab yang menghasilkan 163 positif, dan sekian ribu ODP. Kita ingin agar angka ini terus dinaikan sehingga paling tidak mendekati standar dari WHO. Ada rumusan WHO dengan confidence level 95 persen, paling tidak Kota Bogor harus melakukan sampai 8.500 swab test dengan menimbang jumlah penduduk Kota Bogor yang 1 juta jiwa," terang Bima.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut