Menkumham Bantah Djoko Tjandra Berkeliaran di Indonesia

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly.
Sumber :
  • Cahyo Edi

VoxPop – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membantah kabar yang menyebut buronan kelas kakap Djoko Tjandra berkeliaran di Indonesia. Dia mengataku sudah membentuk tim dengan Kejaksaan dan memeriksa semua data perlintasan namun tidak ditemukan jejak Djoko Tjandra.

img_title Yasonna Bantah Isu Kongres Mundur gegara PDIP Terpecah Belah

Berdasarkan data Interpol sejak tahun 2014, katanya, Djoko Tjandra sudah tidak berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan. "Jadi, kalau seandainya pun dia masuk dengan bener, dia enggak bisa kami halangi karena dia enggak masuk dalam red notice."

"Kita sudah cek semua data perlintasan kita, baik laut, misalnya, di Batam, baik udara, [Bandara] Kualanamu, Ngurah Rai, enggak ada sama sekali Djoko Tjandra," katanya.

img_title Ketua KPK Bicara Peluang Djoko Tjandra jadi Tersangka Suap Harun Masiku

"Kemungkinannya pasti ada kalau itu benar bahwa itu palsu atau engganya kita tidak tahu melalui pintu-pintu yang sangat luas--jalan tikus," ujarnya.

Baca: Pengacara Akui Djoko Tjandra Berada di Indonesia pada 8 Juni 2020

img_title KPK Duga Ada Perpindahan Uang Suap Djoko Tjandra ke Harun Masiku saat Bertemu di Kuala Lumpur

Namun, Yasonna mengakui, memang ada pintu-pintu masuk yang belum diperiksa, terutama jalur ilegal, seperti perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan. Yang pasti, berdasarkan catatan Keimigrasian tidak terdeteksi nama Djoko Tjandra.

Sementara ini, seperti halnya pelacakan terhadap Harun Masiku, petugas Imigrasi sudah memeriksa data di server untuk melihat ulang rekaman CCTV, tetapi memang tidak ditemukan jejak Djoko Tjandra.

Denny Swastika/Azhari Narotama/Jakarta

Ketua DPP PDIP Yasonna Laoly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Yasonna PDIP soal Usulan Gelar Pahlawan Soeharto: Kontroversinya Tinggi, Hati-hati Lah

Ketua DPP PDIP, Yasonna Laoly meminta agar usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Presiden ke-2 Soeharto dapat dikaji lebih baik sebab kontroversinya tinggi.

img_title
VoxPop.co.id
5 November 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut