Anggota DPR: Wirausaha Pertanian Rumah Tangga Cocok untuk Wilayah Kota

Politikus Golkar sekaligus anggota DPR, Budhy Setiawan
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Masyarakat perkotaan bisa diberdayakan dengan pengembangan kewirausahaan sektor budidaya pertanian skala mikro dan rumah tangga. Cara ini dinilai bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. 

img_title Dorong Generasi Muda Lebih Mandiri, Ribuan Mahasiswa dan Pelaku UMKM Dikumpulkan di Bandung

Anggota Komisi IV DPR Fraksi Golkar, Budhy Setiawan menyampaikan pandangannya ini saat melakukan kunjungan saat reses di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kota Bogor.

“Usaha pertanian, peternakan, dan perikanan skala mikro atau rumah tangga dapat dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Budhy, Jumat, 10 Januari 2020.

img_title Tak Hanya Cari Kerja, Pemerintah Siapkan Jurus Baru Cetak Generasi Muda Mandiri

Dia mengingatkan persoalan kesejahteraan ekonomi masyarakat tak bisa cuma mengandalkan APBD Pemerintah Kota Bogor. Meskipun, nominal APBD Kota Bogor meningkat dibanding tahun lalu, persoalan ekonomi masyarakat harus jadi prioritas.

Maka itu, kata Budhy, harus ada strategi penggalangan potensi swadaya untuk masyarakat lewat pengembangan kewirausahaan.

img_title Jaga Produksi, Bupati di Daerah Ini Turunkan Mobil Tangki Airi Sawah

“Meski APBD Kota Bogor 2020 meningkat hingga sekitar Rp2,4 triliun tapi tidak akan mampu menyelesaikan semua kebutuhan masyarakat. Harus disertai penggalangan potensi swadaya,” kata Budhy yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI.

Masyarakat pun penasaran soal cara pengembangan kewirausahaan budidaya pertanian skala mikro dan rumah tangga. Beragam pertanyaan masyarakat ditujukan ke Budhy.

Salah satunya akses serta dukungan terkait program kegiatan pembinaan dan pelatihan kelompok tani. Begitu juga menyangkut keterbatasan modal produksi.

“Kami hingga saat ini merasa masih minim adanya pelatihan dari pemerintah dan dinas pertanian, padahal kami sangat ingin mengembangkan usaha pertanian yang kami miliki,” ujar Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Cempaka, Kelurahan Tanah Baru, Juju Juhana. 

Aspirasi lain disuarakan Supriyanto yang merupakan Sekretaris Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Ia menyampaikan masyarakat kesulitan mengakses permodalan untuk mengembangkan usaha produktif. 

Karena itu, banyak masyarakat yang terjebak dengan rentenir sehingga memunculkan hutang.

“Masyarakat mengeluhkan banyaknya rentenir yang menyasar ibu-ibu karena kesulitan meminjam modal untuk membuat usaha,” kata Supriyanto.

Merespons hal itu, Budhy menjelaskan perlunya sejumlah program pembinaan dan pelatihan usaha tani. Ia menekankan akan memperjuangkan hal ini di Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan pertanian, peternakan, perikanan, dan lingkungan hidup.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut