Megawati Minta ke Jokowi, Badan Riset Inovasi Jangan Dikelola Asing
- ANTARA FOTO//Puspa Perwitasari
VoxPop – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, dibentuk dan di bawah Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Nantinya, semua kementerian dan lembaga yang memiliki lembaga riset, akan disatukan di badan ini.
Hanya saja, Presiden RI ke-5 yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk BRIN ini lebih mempercayakan peneliti-peneliti Tanah Air. Tidak langsung diberikan ke pihak asing.
Itu dikatakan Megawati, saat menjadi pembicara dalam Pembukaan Rakornas Kemenristek/ BRIN tahun 2020, di kawasan Puspitek, Serpong Tangerang Selatan Banten, Kamis 30 Januari 2020.
"Saya ingin mengatakan jangan nantinya kita lebih dulu langsung melakukan kerja sama dengan teman-teman sahabat-sahabat dari luar, kita gunakan dulu keseluruhannya dari anak negeri ini," kata Megawati, dalam pidatonya.
Ia menceritakan, saat menjadi Wakil Presiden RI tahun 2000 sempat juga diberi tahu bahwa Indonesia harus menjadi tuan rumah olimpiade sience. Ternyata, banyak anak-anak Indonesia yang memiliki prestasi, baik individu maupun kolektif.
Megawati yang juga Ketum PDIP itu juga mengatakan, tidak sedikit putra putri bangsa yang memiliki keahlian di bidang-bidang keilmuan yang berat. Seperti ahli metalogi, ahli nuklir hingga ahli minyak. Maka potensi itu harus diutamakan, di awal BRIN berdiri. Tidak justru langsung diserahkan ke asing.
"Indonesia bukan berarti anti asing, sayapun tak anti asing termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan teknologi. Tapi tentunya kerja sama harus berpegang pada prinsip kedaulatan negara," tegasnya.
Megawati pun mengutip pernyataan Presiden Jokowi pada awal Januari 2020 lalu, bahwa kedaulatan NKRI adalah harga mati. Maka menurutnya, kedaulatan juga harus dibangun dalam bidang riset dan teknologi dengan memberi kepercayaan penuh pada putra dan putri terbaik Tanah Air bukan ke asing.
Ia kemudian mengisahkan, saat proklamator yang juga Presiden RI pertama Soekarno atau Bung Karno hendak membangun Gelora Bung Karno yang menjadi kebanggaan Indonesia hingga kini. Saat itu, Soekarno memilih untuk mempercayakan para insinyur Tanah Air membangunnya. Walau mereka sangat pesimis dengan itu.
