Survei PP IPNU: Metode Belajar dari Rumah Tidak Efektif
Selain itu, LKPT PP IPNU juga melihat ragam pendapat mahasiswa mengenai kinerja pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Jokowi dalam menangani penyebaran pandemi Covid-19, 15,04 sangat baik, 69,69 persen cukup baik, 14,32 persen kurang baik, 0,95 persen tidak baik. Kemudian kinerja Kemendikbud dalam menangani penyebaran Covid-19 di dalam satuan pendidikan tinggi, 10,98 persen sangat baik, 56,63 persen cukup baik, 22,20 persen kurang baik, sisanya 1,19 persen tidak baik.
Ketua Umum PP IPNU Aswandi Jailani berharap survei ini bisa menjadi referensi pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan pendidikan. “Kami berharap stakeholder pendidikan mulai dari Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta dan para dosen dapat memformulasikan metode belajar dari rumah yang efektif dan kreatif,” ujarnya.
Melaui hasil survei ini, PP IPNU mewakili pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia, mengapresiasi kinerja pemerintah pusat dalam menangani penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia. "Namun, kami juga menginginkan hak kami untuk mendapatkan pelajaran melaui metode belajar yang efektif,” katanya.
Survei tersebut melibatkan 419 mahasiwa, dari 34 provinsi di Indonesia. Periode pengambilan data dilaksanakan pada 23 April sampai dengan 1 Mei 2020 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Tercatat, 52,51 persen responden merupakan mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan 47,49 persen lainnya mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta. Pengisian kuesioner menggunakan google form, dengan margin of error 5 persen.
