Anak Makin Rentan dari Kekerasan dan Eksploitasi saat Pandemi COVID-19

Badut Polisi memberikan masker kepada anak-anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional di Balai Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/7/2020). Peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2020 bertema "Anak Terlindungi, Indonesia Maju".
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Umarul Faruq

7 Risiko

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Bermain Ternyata Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak yang Optimal

Sebagai organisasi yang sudah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1976, Save the Children juga mengidentifikasi 7 Risiko yang akan diangkat menjadi Tema Kampanye “Gerakan #PulihBersama.” 

Tujuh risiko yang berpotensi dialami anak tersebut meliputi: 
1) Anak Yang Kehilangan Orangtua karena COVID 19; 
2) Anak Berisiko karena Orangtua Kehilangan Penghasilan; 
3) Anak Tidak Dapat dan Terbatas Akses Pendidikan yang Berkualitas; 
4) Kekerasan dan Eksploitasi Anak dalam masa Pandemi COVID 19; 
5) Anak yang Terdampak COVID 19 dan Tidak Dapat Mengakses Layanan Kesehatan dan Nutrisi; 
6) Anak yang Berada pada Wilayah Bencana atau Terdampak Bencana; 
7)  Anak dengan Disabilitas dalam masa Pendemik COVID 19.. 

img_title Prudential Syariah Ajak Ratusan Keluarga Rayakan Hari Anak Nasional di #1 Family Fest

Tujuh risiko itu diidentifikasi oleh Save the Children Indonesia berdasarkan survei yang berlangsung bulan Maret lalu di 27 provinsi. Survei ini diikuti oleh 11.989 orang tua dan 4.698 guru. Survei ini juga diperkaya oleh sumber-sumber sekunder terpercaya. 

"Kami melihat potensi krisis terhadap anak cukup besar. Kami menyengajakan tema kekerasan dan eksploitasi untuk dikampanyekan berbarengan dengan Hari Anak Nasional agar sesuai dengan tema yang diusung oleh pemerintah,” ungkap Tata Sudrajat, Deputy Chief Program Impact and Policy Save the Children Indonesia. 

img_title Di Hari Anak Nasional, Prudential Syariah Tegaskan Pentingnya Proteksi Bagi Anak dan Keluarga

Selain itu di bulan ini, 2100 anak Indonesia 11-17 tahun telah berpartisipasi dalam Global Study yang dilakukan secara serentak di lebih dari 52 negara di dunia. Dalam survei ini, anak-anak berkesempatan untuk menceritakan kondisi, pendapat, dan pesan serta harapan mereka kepada para pemimpin seperti menteri dan presiden, juga anak-anak lain di seluruh dunia. 

Lebih dari 5000 orang tua juga berpartisipasi untuk mengetahui dampak COVID-19 bagi bagi keluarga, khususnya kondisi kesejahteraan (well-being) anak-anak. Mereka yang turut partisipasi termasuk dari wilayah perkotaan, daerah rawan bencana, pedesaan, dan tempat pengungsian hingga daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Sementara itu, Save the Children melaksanakan Kampanye #PulihBersama. Dalam pekan ini, organisasi yang sudah berumur 100 tahun itu akan melaksanakan 2 Kegiatan Webinar dan 1 Kegiatan Talkshow yang membahas soal kekerasan dan eksploitasi terhadap anak. 

Webinar pertama bertema Rangkul Keluarga Cegah Kekerasan pada tanggal 22 Juli. Webinar kedua mengangkat tema “Kekerasan pada Anak di Rumah. Urusan Domestik atau Publik?” pada tanggal 27 Juli. Ketiga adalah Talkshow dengan tema “Kekerasan pada Anak di Rumah. Mengapa Terjadi dan Bagaimana Menyikapinya?” berlangsung pada tanggal 28 Juli. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut