8 Fakta Pelaku Seks Fetish: Kedok Riset, Di-drop Out hingga Ditangkap

Gilang, terduga pelaku seks fetish ditangkap di Kalteng
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Polisi menangkap seorang mantan mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya, berinisial G, yang dilaporkan bertindak asusila berupa pelecehan seksual fetish berkedok riset ilmiah. Aparat meringkus pria itu di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

img_title Riset Unair Ungkap Aspek Keamanan Penggunaan Galon di Industri Air Minum Dalam Kemasan

Belum banyak informasi yang diungkap oleh polisi atas penangkapan G. Sebab, aparat masih berupaya membawanya dari Kabupaten Kapuas ke Surabaya untuk diperiksa atas laporan dugaan pelecehan seksual. Aparat lebih dahulu memeriksakan kesehatan G dengan rapid test dan hasilnya reaktif, kemudian diterbangkan ke Surabaya.

Polisi mencari G setelah gempar pengakuan seorang bernama Mufis yang mengunggah serangkaian tweet di akunnya, @m_fikris, tentang orientasi seksual menyimpang, yang disebut fetisisme (fetishism) atau fetishisme erotis. Dia memulai serangkaian tweet-nya dengan kalimat pembuka "Predator 'Fetish Kain Jarik Berkedok Riset Akademik dari Mahasiswa PTN di SBY - A Thread."

img_title Pengakuan Mahasiswi Unair Gelapkan Dana KIP Kuliah Rp 103 Juta, Buat Lunasi Pinjol dan Biaya Pengobatan Orang Tua

Identitas terang G belum banyak diketahui karena dia menghilang sejak ramai topik tentang kasus seks fetish itu. Meski di media sosial telah ramai diungkap nama lengkapnya, polisi maupun otoritas Universitas Airlangga masih menyamarkan identitasnya dengan inisial G.

Namun ada beberapa fakta yang telah dikonfirmasi atau diverifikasi atas kasus yang menggemparkan jagat media sosial pada Rabu malam, 29 Juli 2020, itu. Berikut ini kompilasinya yang disusun berdasarkan kronologis:

img_title Kampus Unair Usut Tuntas Video Asusila di Ruang Kuliah, Pelaku dan Penyebar akan Diselidiki

1. Kedok riset ilmiah

Mufis dalam akun Twitter-nya, @m_fikris, menceritakan bahwa dia suatu hari dihubungi oleh seorang pria, nama diinisialkan G, yang mengaku mahasiswa Unair. Mulanya G menghubungi melalui kotak pesan Instagram kemudian beralih ke Whatsapp.

G meminta Mufis untuk membungkus diri dengan kain, difoto dan divideokan, lalu dokumentasi itu dikirimkan kepada G. Mufis sempat mempertanyakan tujuan aksi bungkus-membungkus itu kepada G. G berdalih untuk kepentingan riset ilmiah karena dia sedang studi akhir dan akan menyelesaikan skripsinya.

Ringkas cerita, meski sempat menuruti permintaan G dengan aksi bungkus-membungkus, Mufis belakangan menyadari bahwa dia telah teperdaya. Seorang temannya mencurigai G mempunyai orientasi seks menyimpang yang belakangan disebut seks fetish. Baca selengkapnya dalam artikel: Kisah Predator Sex Fetish Kain Jarik Gemparkan Jagat Media Sosial

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut