8 Fakta Pelaku Seks Fetish: Kedok Riset, Di-drop Out hingga Ditangkap
- Istimewa
Informasi itu dikuatkan dengan beredarnya foto G memperlihatkan sebuah tulisan permintaan maaf di sebuah papan putih. Bunyi permintaan maaf itu: “Saya mengaku salah dan tidak akan mengulangi perbuatan yang selama ini merugikan orang lain”. Baca selengkapnya dalam artikel: Terduga Pelaku Seks Fetish Ternyata Pernah Digerebek karena Asusila
6. Unair terima 15 laporan
Unair membentuk Help Center guna mencari siapa saja korban dari salah satu mahasiswanya yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan akibat orientasi seksual menyimpang, yakni seks fetish. Hingga Sabtu lalu, belasan laporan telah masuk.
Pelapor sebagian besar diperkirakan pria. Mereka mengakui telah dihubungi melalui media sosial oleh G. Unair berharap segera mendapatkan pengakuan dari G sehingga bisa mendapatkan cerita utuh, bukan hanya dari para pelapor. Baca selengkapnya dalam artikel: Kasus Sex Fetish, Unair Terima 15 Laporan Diduga Korban
7. Tiga korban melapor
Pada Kamis, 6 Agustus 2020, polisi menyampaikan bahwa ada tiga korban yang melapor ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Korban yang melapor semuanya laki-laki, namun tidak disebutkan identitas terangnya.
Tiga korban itu sudah dimintai keterangan oleh penyelidik Polrestabes Surabaya. Selain itu, ada delapan saksi lainnya juga sudah dimintai keterangan. Ahli dari Unair juga dimintai pendapat. Baca selengkapnya dalam artikel: Baru 3 Korban Seks Fetish Lapor Polisi, Semuanya Laki-laki
8. Ditangkap
Poloso menangkap G di Selat Dalam, Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 6 Agustus 2020 (sebelumnya disebut Jumat, 7 Agustus). Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan penindakan terhadap G dibantu oleh Polda Kalimantan Tengah dan Kepolisian Resor Kapuas. G akan dibawa ke Surabaya, Jawa Timur, untuk dimintai keterangan.
Tiga korban sudah dimintai keterangan oleh penyelidik Polrestabes Surabaya. Ada delapan saksi juga sudah dimintai keterangan. Ahli dari Unair juga dimintai pendapat. Indekos G digeledah dan di sana olah tempat kejadian perkara dilakukan. Rangkaian kegiatan itu untuk menemukan alat bukti ada atau tidaknya unsur pidana. Baca selengkapnya dalam artikel: Pelaku Seks Fetish Ditangkap (ase)
