Penjelasan Lengkap Nawawi Soal Insiden dengan Mumtaz Rais di Pesawat

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango
Sumber :
  • Instagram

VoxPop – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango memberikan penjelasan terkait keributan dengan Mumtaz Rais, di dalam pesawat Garuda Indonesia GA 643 Rute Gorontalo - Makassar – Jakarta.

img_title Kecelakaan Pesawat di Peru, 13 Orang Tewas

Apalagi ada anggapan, kalau Nawawi malah memperpanjang persoalan di dalam pesawat itu. Malah justru dirinya melanjutkan dengan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian di Bandara Soekarno-Hatta.

Ia menjelaskan, awalnya Mumtaz bertelepon saat pesawat sedang isi ulang bahan bakar di Makassar. Setelah ditegur oleh pramugari, menurut Nawawi dia juga mengingatkan putra Amien Rais itu. Sebab ia dan Mumtaz berada dalam deret kursi yang sama, di mana Mumtaz di 6A dan Nawawi 6K.

img_title Detik-detik Power Bank WN China Terbakar di Pesawat, Batik Air Ungkap Penyebabnya

"Bahwa komunikasi telepon yang dilakukan yang bersangkutan berlangsung di saat pesawat sedang melakukan pengisian bahan bakar di Bandara Makassar," katanya, Sabtu 15 Agustus 2020.

Baca juga: Sosok Mumtaz Rais, Jadi Sorotan karena Ribut dengan Wakil Ketua KPK

img_title Powerbank Milik WN China Terbakar, Penumpang Pesawat Batik Air Makassar-Jakarta Panik

Kemudian, kata Nawawi, cara yang bersangkutan berkomunikasi dengan suara yang keras telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya Nawawi peroleh sebagai sesama penumpang.

"Saya ikut mengingatkan yang bersangkutan setelah upaya berulang awak kabin untuk meminta yang bersangkutan berhenti menelpon tidak diindahkan yang bersangkutan," ujarnya.

Dia pun mengaku, menegur Mumtaz Rais dengan kalimat yang sangat sopan. Setelah pihak kabin memberi teguran dua kali kepada Mumtaz Rais dan tidak dihiraukan juga.

"Kalimat awal yang saya ucapkan untuk ikut mengingatkan yang bersangkutan hanyalah:  ‘Mas, tolong dipatuhi aja aturannya'," tambahnya.

Nawawi juga mengklarifikasi, bahwa persoalan itu tidak selesai dengan maaf memaafkan. Walau diakuinya, ada rekan Mumtaz Rais yang satu pesawat dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Tetapi setelah sampai di tujuan, Bandara Soekarno Hatta, Mumtaz Rais tidak pernah menegur sapa dirinya. Mumtaz malah menurut Nawawi, turun dengan terburu-buru dan tanpa ada sapaan. Sehingga anggapan maaf memaafkan itu sebenarnya tidak ada.

"Dan saya hanya menyampaikan, saya akan meneruskan urusannya ke pihak berwenang di bandara, jadi yang bersangkutan sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut," katanya.

Airbus A380-800.

Pesawat Komersial Terbesar di Dunia Bakal Mendarat di Bandara Soetta

Pesawat Airbus A380-800 merupakan pesawat komersial terbesar di dunia dengan konfigurasi dua dek penuh (full double deck). Pesawat ini memiliki bentang sayap 79,75 meter.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut