Kisah Heroik Tim Gegana, Selamatkan SBY dan Jakarta dari Serangan Bom
- VoxPop/Zahrul Darmawan
Penangkapan Azahari
Pengalaman lainnya yang masih ia ingat adalah ketika terlibat dalam penangkapan otak bom Bali dan Hotel JW Marriot Jakarta, yakni dokter Azahari.
“Jadi banyak kejadian bom di Indonesia, terutama yang diotaki dokter Azahari.”
Ketika menangkap Azahari, keputusan terberat yang terpaksa dilakukannya adalah melepas pakaian pelindung yang biasa digunakan ketika menjinakkan bom. Peristiwa ini terjadi di Malang, Kota Batu, Jawa Timur.
“Waktu itu di tubuh dokter Azahari masih ada bom, waktu itu kita masih pakai baju penjinak bom, tapi ketika kita masuk kita putuskan penjinak bom kita mundur lagi kita lepas baju.”
Aksi nekat ini terpaksa dilakukan agar tidak menghambat ruang gerak sekaligus antisipasi adanya jebakan.
“Karena kalau saya pakai baju khusus itu akan mempersulit saya, mungkin ada jebakan-jebakan bom, jadi kita masuk tanpa menggunakan baju pengamanan. Alhamdulillah berhasil.”
Untuk diketahui, pada tanggal 9 November 2005, dilaporkan bahwa Azahari tewas meledakan diri dalam sebuah penyergapan yang dilaksanakan kelompok Detasemen Khusus 88 di Kota Batu karena ingin menghindar dari tangkapan polisi.
Menurut versi Polri, Azahari mati ditembak anggota kepolisian, bukan meledakan diri. Polisi kemudian memastikan identifikasi Azahari setelah dicocokan dengan sidik jari dari kepolisian Indonesia dan Kepolisian Kerajaan Malaysia.(ren)
