Peserta MTQ yang Didiskualifikasi Karena Cadar Miliki Banyak Prestasi
- U-Report
VoxPop – Muyasaroh, perempuan bercadar peserta Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Ke-37 tingkat Provinsi di Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara, yang memilih didiskualifikasi karena enggan membuka cadarnya, sudah lama mengikuti ajang ini dan tidak sedikit prestasi yang ia gondol. Memalui tayangan video pendek yang beredar, ia memilih tidak melanjutkan perlombaan ketika panitia memintanya membuka cadar.
Peristiwa yang terjadi itu, membuat keluarga Muyasaroh angkat bicara. Melalui abang iparnya, bernama Abdul Rahman. Mereka mempertanyakan kenapa ada pelarangan mengenakan cadar terhadap wanita yang sedang berkuliah Universitas Al Washliyah, Medan itu. Sedangkan, pihak panitia MTQ tersebut tidak ada menyampaikan dalam persyaratan pendaftaran.
“Sedihnya kami ketika dia tampil didiskualifikasi karena memakai cadar. Maka Muyasaroh merasa heran. Ini bukan MTQ pertama yang diikuiti beliau,” ungkap Abdul Rahman, Jumat 11 September 2020.
Baca juga: Peserta MTQ Mundur karena Diminta Buka Cadar, Ini Penjelasan Panitia
Muyasaroh merupakan peserta MTQ dari kontingen Kabupaten Labuhan Batu Utara. Abdul menjelaskan adik iparnya itu, sudah mengikuti MTQ sejak tahun 2012. Selama mengikuti pertandingan, ia selalu mengunakan cadar dan tidak ada pihak memprotes.
“Padahal waktu itu tidak ada disampaikan aturan untuk buka cadar. MTQ sebelumnya pun gak ada peraturan begitu,” kata Abdul.
Untuk diketahui, di MTQ ke-37, Muyasaroh ikut dalam cabang tafsir Bahasa Arab. Naik ke atas panggung. Namun, saat dia akan memulai menjalani pertandingan dengan hafalan, dewan juri memintanya membuka cadar.
“Padahal waktu itu tidak ada disampaikan aturan untuk buka cadar. MTQ sebelumnya pun nggak ada peraturan begitu,” tutur Abdul.
Abdul menyayangkan, kenapa tidak diprotes sebelum Muyasaroh tampil. Kenapa harus sudah berada dipodium, baru disampaikan larangan tersebut. Ia menjelaskan alasan panitia mereka terima. Bahwa meminta buka candar untuk melihat wajah peserta itu. Hal itu, menghindari 'joki'.
Kata Abdul, jika pun harus verifikasi identitas untuk menghindari penggunaan joki bisa dilakukan sebelum naik ke atas panggung. Namun sayangnya itu tidak dilakukan oleh panitia. Hingga akhirnya, Muyasaroh meninggalkan panggung karena kecewa.
