Kapolri Idham Aziz Hidupkan Lagi Pam Swakarsa
- niaga.asia
“Cokelat merupakan warna netral yang melambangkan kebersahajaan, pondasi, stabilitas, kehangatan, rasa aman dan nyaman serta rasa percaya keanggunan, ketabahan dan kejujuran,” ujarnya.
Adapun filosofi kemiripan seragam satpam dengan Polri, Awi berharap terjalin seperti yang diharapkan yakni kedekatan emosional antara Polri dan satpam, menumbuhkan kebanggaan satpam sebagai pengembang fungsi Kepolisian terbatas.
“Memuliakan profesi satpam dan menambah pergelaran fungsi Kepolisian di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) merupakan pasukan sipil bersenjata yang pernah dibentuk Jenderal (Purn) Wiranto tahun 1998, saat masih menjabat Menteri Pertahanan dan Keamanan merangkap Panglima ABRI era Presiden Bacharudin Jusuf Habibie.
Pam Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata yang dibentuk untuk membendung aksi demonstrasi mahasiswa sekaligus mendukung Sidang Istimewa MPR (SI MPR) pada 1998.
Pam Swakarsa berkali-kali terlibat bentrokan dengan para pengunjuk rasa yang menentang SI MPR selama sidang berlangsung. Kelompok pengamanan sipil itu juga terlibat bentrokan dengan masyarakat yang merasa resah dengan kehadiran mereka.
Tak hanya mengamankan Gedung DPR/MPR, Pam Swakarsa juga dikirimkan melalui truk-truk ke lokasi yang potensial menjadi daerah demonstrasi dan orasi mahasiswa, seperti Tugu Proklamasi dan Taman Ismail Marzuki. Bahkan, kelompok sipil ini menggelar patroli malam dengan iringan mobil polisi.
Meski kelompok ini 'gampang panas' dan dikecam berbagai pihak, namun Wiranto tetap mempertahankan eksistensi Pam Swakarsa kala itu.
