Pidato Jokowi di Sidang PBB, PKS: Susah, Prestasi Kita Tak Mempesona

Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Sumber :
  • Facebook.com/MardaniAliSera

VoxPop – Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk kali pertama di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, Rabu, 23 September 2020. Pidato tersebut dilakukan secara virtual dan dalam bahasa Indonesia.

img_title Gelar Adat Jokowi Terus Bertambah, Ahmad Ali: Rakyat Mengingat Hasil Kerja

Terkait itu, Ketua DPP Partai PKS Mardani Ali Sera, menilai seruan tersebut seakan Indonesia minta dikasihani. Sebab, saat sejumlah negara lain berhasil mengendalikan COVID-19, kondisi di Indonesia justru sebaliknya.

"Kesannya minta dikasihi. Jika angka COVID-19 kita rendah, kita terdepan dalam riset vaksin COVID-19 dan ekonomi kita tangguh. Maka seruan ini bermakna Indonesia siap menjadi pemain utama dunia," kata Mardani kepada VoxPop, Rabu 23 September 2020.

img_title Roy Suryo Ajukan Praperadilan Keempat Kalinya, Minta Status Cekal Dibatalkan

Baca Juga: Pidato di Sidang PBB Berbahasa Indonesia, Jokowi Soroti Vaksin Corona

Namun, ia menyinggung kondisi Indonesia saat ini kewalahan menghadapi pandemi COVID-19. Jumlah kasusnya juga terus bertambah. Bahkan kemudian, untuk vaksin juga saat ini masih belum bisa diharapkan.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

"Persepsi semua berubah karena vaksin tidak akurat. Karena untuk polio dan cacar pun perlu puluhan tahun untuk melenyapkannya dari seluruh penjuru dunia dengan tetap saja ada peluang kembali muncul," ujar Mardani.

Maka itu, ia menilai apa yang disampaikan Jokowi di Sidang Majelis Umum PBB tidak akan banyak berpengaruh. Sebab apa yang disampaikan oleh Jokowi tidak berbanding lurus dengan pengendalian COVID-19 di Indonesia. "Prinsipnya walk the talk. Susah, jika prestasi kita tidak mempesona," kata Mardani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat menyampaikan agar tidak ada rivalitas dalam penanganan pandemi COVID-19. Dalam kondisi pandemi, mestinya semua negara global bisa bersatu melawan pandemi dan menggunakan pendekatan yang saling menguntungkan.
 

Terdakwa perkara tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi, Roy Suryo menghadiri sidang putusan praperadilan

Roy Suryo Janji Tak Ambil Uang Ganti Rugi Rp206 Juta Jika Menang Praperadilan, Disumbangkan ke Panti Asuhan

Roy Suryo menegaskan seluruh dana hasil gugatan praperadilan ketiga itu akan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan, seperti panti asuhan maupun masyarakat yang

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut