Asa dari Alumni COVID-19 di Jawa Timur

Wisuda RSLI Surabaya Eks Pasien COVID-19
Sumber :
  • VoxPop/ Nur Faishal

VoxPop – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam hal ini Gugus Tugas (Gugas), tak lelah berupaya memutus rantai penularan Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 dan membangkitkan mereka yang terlanjur tertular.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Hasilnya, angka kesembuhan juga tinggi. Banyak cara sudah dilakukan, di antaranya menggerakkan para alumni COVID-19 untuk berperan dalam penanganan pagebluk global itu.

Para alumni COVID-19 di Jatim tak berat hati membantu. Supriadi (53 tahun), di antaranya. Pria asal Taman, Kabupaten Sidoarjo, itu adalah alumni ke-2000 Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Ia terbebas dari virus yang awalnya merebak dari Kota Wuhan, China, itu setelah menjalani perawatan selama 13 hari di rumah sakit darurat yang resmi beroperasi sejak 26 Mei 2020 tersebut. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

"Saya awalnya letih, lemah, dan batuk-batuk. Terus berobat ke dokter dan dianjurkan di-lab. Setelah di-lab ternyata di paru-paru kemasukan air (flek) dan langsung dirujuk ke rumah sakit di sini. Dirawat di sini selama tiga belas hari. Saya di-swab tiga kali dan baru sembuh," ujar Supriadi usai wisuda alumni RSLI ke-92 pada Rabu, 23 September 2020.

Baca juga: Bertambah 3.895, Total Pasien Sembuh Corona di Indonesia 191.853

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Awalnya, Supriadi mengaku tidak mengetahui bahwa yang tengah menyerang tubuhnya adalah COVID-19. Mulanya ia juga keberatan diisolasi di RSLI. Namun, stigma negatif yang dirasakannya di sekitar rumah membulatkan tekadnya untuk dirawat di RSLI hingga sembuh. "Tidak enak ke kanan-kiri (tetangga) akhirnya dirawat di RS khusus COVID," katanya. 

Merasakan tidak enaknya menjadi pasien COVID-19, baik psikis maupun fisik, membuat Supriadi bersemangat untuk ikut berperan menyadarkan masyarakat terkait pentingnya menjaga diri dari penularan COVID-19. Sepulang dari rumah sakit, ia bertekad untuk mengkampanyekan pentingnya protokol kesehatan kepada warga, terutama soal pemakaian masker. 

Supriadi tidak sendiri. Bersama dirinya, kampanye protokol kesehatan itu juga dilakukan oleh lebih dari 2000 alumni RSLI di sekitar rumah masing-masing. Belum alumni-alumni RSLI lainnya yang belum sembuh. Untuk memaksimalkan peran eks pasien COVID-19, mereka membentuk komunitas alumni. Di forum itu mereka berkoordinasi tentang edukasi protokol kesehatan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut