COVID-19 Renggut Nyawa 127 Dokter, 9 Dokter Gigi dan 92 Perawat

Sejumlah tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri lengkap saat jam pertukaran shift di rumah sakit rujukan COVID-19 RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (13/7/2020).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fauzan

VoxPop – Hingga hari ini, Selasa, 29 September 2020, terdapat 127 dokter, 9 dokter gigi (6 dokter gigi umum, 3 dokter gigi spesialis), dan 92 perawat, meninggal dunia akibat COVID-19. Hal itu berdasarkan laporan dari Tim Mitigasi PB IDI dan Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

img_title 7 Pekerjaan Ini Diprediksi Tetap Aman dan Semakin Diburu Perusahaan Di Tengah Gempuran AI, Gajinya Tembus Rp50 Jutaan

Baca Juga: Menkes Terawan Trending Gara-gara Kursi Kosong

Dari 127 dokter yang wafat, terdiri dari 66 dokter umum dengan 4 di antaranya merupakan guru besar, 59 dokter spesialis dengan 4 di antaranya adalah guru besar, serta 2 orang residen. Keseluruhan dokter berasal dari 18 IDI Wilayah (provinsi) dan 61 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

img_title Puan Maharani Desak Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha Diusut Tuntas: Jangan Ada Lagi Perundungan Nakes

Secara lengkap, data yang meninggal berdasarkan data provinsi sebagai berikut: 

  1. Jawa Timur 31 dokter 
  2. Sumatra Utara 21 dokter 
  3. DKI Jakarta 17 dokter 
  4. Jawa Barat 11 dokter 
  5. Jawa Tengah 9 dokter 
  6. Sulawesi Selatan 6 dokter 
  7. Bali 5 dokter 
  8. Sumatra Selatan 4 dokter 
  9. Kalimantan Selatan 4 dokter 
  10. Aceh 4 dokter
  11. Kalimantan Timur 3 dokter 
  12. Riau 3 dokter 
  13. Kepulauan Riau 2 dokter 
  14. DI Yogyakarta 2 dokter 
  15. Nusa Tenggara Barat 2 dokter 
  16. Sulawesi Utara 1 dokter 
  17. Banten 1 dokter
  18. Papua Barat 1 dokter
img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Ketua Tim Protokol dari Tim Mitigasi IDI DR dr Eka Ginandjar, SpPD-KKV, menyebut angka yang tinggi ini dikarenakan sebagian besar masyarakat tidak memahami pelaksanaan aturan adaptasi kehidupan baru dan masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Munculnya klaster-klaster baru di setiap area dan bidang saat ini diminta patut untuk diwaspadai.

"Penggunaan masker yang baik dan benar sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan COVID-19, termasuk menjaga diri kita dan orang lain yang kita sayangi dari tertular COVID-19, maka langkah 3M harus dilaksanakan," kata Eka.

Sementara itu, para dokter gigi yang meninggal rata-rata tertular pada saat memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada pasien. Di mana mereka tertular dari pasien dengan COVID-19 tanpa gejala, dan ada yang tertular sedang bertugas di rumah sakit umum, rumah sakit khusus gigi dan mulut, puskesmas, serta klinik tempat berpraktik.

Selain dokter dan dokter gigi, jumlah perawat yang meninggal akibat COVID-19 juga meningkat (92 perawat meninggal dunia akibat COVID-19). Kemudian ditambah ribuan dalam status terinfeksi dan sedang diisolasi.

"Pelaksanaan 3M ini harus dilaksanakan secara masif oleh semua orang tanpa kecuali. Dengan demikian penyebaran COVID-19 ini dapat dikendalikan dengan baik, sehingga dapat menekan jumlah korban dan collateral damage yang ditimbulkan terutama di bidang ekonomi, sosial dan politik tidak menjadi lebih berat," ujar Eka. (ase)

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut