Hairos Waterpark Viral, GM-nya Ternyata Ketua Relawan Bobby Nasution

Satgas Pengendalian COVID-19 Tutup Hairos Waterpark di Sumut
Sumber :
  • VoxPop/Putra Nasution (Medan)

VoxPop – General Manager Waterpark Hairos, Edy Syahputra (ES), ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan terkait kasus mengumpulkan orang dengan jumlah besar di tengah Pandemi COVID-19. Ternyata dia juga Ketua Relawan Bobby Nasution-Aulia Rachman untuk Pilkada Medan 2020.

img_title Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra

Hal itu dibenarkan oleh Juru Bicara Tim Pemenangan Bobby-Aulia, Sugiat Santoso, saat dikonfirmasi VoxPop, Sabtu siang, 3 Oktober 2020. Edy Syahputra merupakan Ketua Bobby Lovers.

Baca juga: Penyanding Foto Wapres dan Kakek Sugiono Dicopot dari Ketua MUI

img_title Bobby Nasution Resmikan Penerbangan Perdana Wings Air Kualanamu-Mandailing Natal

"Kami prihatin atas kasus yang menimpa Bang Edy Sahputra tersebut. Walaupun kasus tersebut tidak ada kaitan sama sekali dengan pasangan Bobby-Aulia. Sebagai kawan seperjuangan, kami prihatin," ungkap Sugiat.

Sugiat menjelaskan bahwa relawan yang bergabung mendukung Bobby-Aulia itu puluhan hingga tembus seratus relawan di Kota Medan. Mereka membentuk relawan atas inisiatif sendiri sendiri karena punya optimisme kepada Bobby-Aulia, yang dinilai membenahi Kota Medan. 

img_title Siswi SD Peraih Emas Olimpiade Asia Caroline Nababan dapat Hadiah Rumah hingga Beasiswa oleh Gubernur Bobby

"Pasangan Bobby-Aulia selalu berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam memutus dan mencegah mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Medan. Pasangan Bobby-Aulia selalu mengingatkan kepada segenap pendukungnya agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dalam setiap melaksanakan agenda sosialisasi pemenangan Bobby-Aulia dimanapun berada," jelas Sugiat.

Edy Syahputra merupakan GM Wahana air Hairos di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Namun, Sugiat mengkritik cara penanganan rival Bobby Nasution, yakni Akhyar Nasution sebagai Plt Wali Kota Medan dalam penanganan COVID-19 di Medan.

"Terkait penanganan COVID-19 di Kota Medan, sejak awal kami menilai Akhyar Nasution sebagai Plt Walikota Medan telah gagal memimpin warga Kota Medan untuk mencegah penyebaran COVID-19 agar tidak semakin menyebar di Kota Medan. Buktinya, semakin hari, pasien positif COVID-19 semakin meningkat di Kota Medan," tutur Sugiat.

Sugiat mengatakan kota terbesar nomor tiga di Indonesia ini masih berstatus zona merah dan menuju zona hitam terkait COVID-19. Pemerintah Kota Medan terkesan tak bisa berbuat untuk menekan laju penyebaran virus corona.

"Padahal ratusan Miliar dana APBD telah dihabis untuk mengatasi persoalan ini. Bahkan dana rakyat tersebut seperti menguap entah kemana," sebut Sugiat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut