Dituduh Jadi Bandar Demo Omnibus Law, SBY: Cerita Klasik

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Sumber :
  • Youtube Sekretariat Presiden

VoxPop – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku menjadi korban fitnah atas demo penolakan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan sejumlah elemen di berbagai daerah pada Kamis, 8 Oktober 2020.

img_title Respons Putusan MK, DPR Bakal Bentuk Omnibus Law Ketenagakerjaan

Menurut dia, fitnah seperti ini biasa dilakukan untuk mencari muka kepada pimpinan.

Baca juga Curhat SBY ke Jokowi: Dituduh Mau Rusak Negara, Sakit Pak!

img_title Komisi Reformasi Polri Usul Omnibus Law Atur Jabatan Polisi di Kementerian/Lembaga

SBY menyadari tuduhan menunggangi, menggerakkan atau mendanai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh bukan pertama kalinya. Pada tahun 2016, SBY juga pernah dituding menggerakkan massa demonstrasi yang disebut Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 atau dikenal dengan Aksi 411.

Sebenarnya, SBY sudah memendam atau melupakan semua tuduhan tersebut. Namun, ia terpaksa membuka lagi catatannya itu setelah dituding menunggangi aksi unjuk rasa yang berujung rusuh terkait penolakan disahkannya UU Cipta Kerja.

img_title Dua Mahasiswa Undip Sekap Polisi saat Demo Divonis 2 Bulan 3 Hari

"Itu sudah lewat (Aksi 411), sudah 4 tahun yang lalu. Saya tahu, ya mungkin ada yang ingin mendapatkan kredit dari pemimpin, penguasa. Ini cerita klasik. Mereka ingin mendapatkan kredit, tapi dengan cara merusak nama baik orang lain, menjatuhkan orang lain meskipun belum tentu berhasil cara-cara begitu," kata SBY dikutip dari Youtube pada Senin, 12 Oktober 2020.

Nah, SBY membocorkan kenapa bisa mengetahui bahwa ada yang ingin mencari perhatian kepada pimpinannya itu sehingga menuding aksi unjuk rasa pada 2016 ditungganginya. Menurut dia, ada seseorang yang membawa berita itu kepada Presiden Joko Widodo dan para saksinya pun kaget sekali.

"Belakangan setelah lewat prahara itu, baru menyampaikan kepada saya. Kedua, seseorang yang memfitnah tadi rupanya meminta bawahannya untuk melengkapi cari bukti-bukti yang tidak ketemu. Itulah yang sampai ke telinga saya, tapi sudahlah saya anggap selesai. Karena bagi saya, itu sesuatu yang tidak bagus," ujar mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini.

Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal

Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal Tegaskan Demo Buruh Tetap Hak Konstitusional

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal menegaskan bahwa demo merupakan hak konstitusional masyarakat yang boleh dilakukan.

img_title
VoxPop.co.id
8 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut