Ma'ruf Amin Sebut Tren Global Islamophobia Kian Meningkat

Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Sumber :
  • Twitter @Kiyai_MarufAmin

VoxPop – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebutkan sejumlah tantangan global yang dihadapi umat Islam dewasa ini. Salah satunya, menurut dia, adalah meningkatnya tren Islamophobia di berbagai belahan dunia.

img_title AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

Sebagai contoh, Wapres Ma'ruf menyebut serangan atau pelecehan terhadap orang Muslim di Amerika Serikat, misalnya, dari tahun ke tahun terus meningkat.

"Pelecehan terhadap orang Islam di AS pada 2016 meningkat 36 persen jika dibandingkan tahun 2001," kata Ma'ruf dalam seminar daring, Selasa 10 November 2020.

img_title AS Cabut Visa Dubes Brasil usai Calon Dubes Usulan Trump Ditolak

Pengalaman yang sama juga terjadi di Eropa. Pada tahun 2017, katanya, rata-rata 1 dari 3 Muslim yang disurvei mengalami diskriminasi dan dihadapkan dengan prasangka buruk (prejudice) dari orang yang mereka temui di negara migran.

"Terakhir, baru saja terjadi sebuah peristiwa di Prancis yang mendiskreditkan agama islam dan melukai perasaan umat islam di seluruh dunia karena memposisikan islam sebagai agama teroris," ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu.

img_title AS Klaim Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz dengan Iran Bisa Tercapai Besok, Harga Energi Diprediksi Stabil

Ma'ruf menyebutkan penyebab dari islamophobia itu jika diteliti lebih dalam akibat ketidakpahaman tentang Islam. Diketahui bahwa sumber utama dari kebencian terhadap Islam adalah ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap Islam dan norma-normanya.

"Manusia itu memang cenderung memusuhi apa yang tidak diketahui," kata Wapres Ma'ruf Amin. (ren)
 

Bendera Amerika Serikat

Trump Syaratkan Deposit hingga Rp 4,46 Miliar untuk Calon Imigran Dapatkan Visa AS

Syarat tersebut ditetapkan untuk memastikan pemohon visa memiliki dana yang cukup untuk mendukung dirinya selama di AS dan tidak mengandalkan bantuan dari pajak

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut