Habib Rizieq Siap Rekonsiliasi, Tapi Bebaskan Abu Bakar Baasyir

Habib Rizieq Shihab di Markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat
Sumber :
  • Youtube Front TV

VoxPop – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengaku siap melakukan rekonsiliasi dengan pemerintahan Joko Widodo. Bahkan, rekonsiliasi ini sebenarnya sudah pernah dia tawarkan pada pemerintah 2017 silam, sebelum Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dinilai banyak pihak terjadi polarisasi luar biasa pada masyarakat.

img_title FPI Sampaikan Amanat Habib Rizieq ke Prabowo soal Wafatnya Ali Khamenei

Tawaran soal rekonsiliasi dengan pemerintah itu pun hingga kini diakui Habib Rizieq masih berlaku. Namun, sebelum rekonsiliasi itu terwujud, Habib Rizieq menginginkan ada ruang dialog antara ulama dengan pemerintah.

"Ini ada yang teriak rekonsiliasi-rekonsiliasi, mana bisa rekonsiliasi kalau pintu dialog tidak dibuka. Buka dulu dialog baru rekonsiliasi. Tidak ada rekonsiliasi tanpa buka dialog," kata Habib Rizieq dikutip VoxPop dari Front TV, Kamis, 12 November 2020.

img_title Habib Rizieq Bekukan Kepengurusan TPUA, Apa Alasannya?

Menurutnya, dialog antara ulama dan pemerintah ini penting untuk menjernihkan banyak persoalan. Ruang dialog itu diharapkan kedua belah pihak bisa duduk bersama menyampaikan argumentasi dan pendapat masing-masing demi kebaikan bersama.

"Sudah kita buka dari tahun 2017. tapi apa yang kita terima, bukan pintu dialog yang kita terima, bukan rekonsiliasi yang dilaksanakan, tapi yang kita terima kriminalisasi ulama," ujarnya.

img_title Habib Rizieq Sentil Materi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono soal Salat: Anda Itu Pelawak, Bukan Ulama

Meski demikian, Habib Rizieq tetap membuka ruang dialog dengan pemerintah dengan syarat pemerintah setop kriminalisasi ulama maupun para aktivis. Ia meminta pemerintah menunjukkan niat baik bila ingin membuka ruang dialog dengan membebaskan para ulama, aktivis dan tokoh oposisi yang ditahan.

"Masih banyak ulama-ulama kita yang menderita di penjara, bebaskan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang sudah sepuh, bebaskan Habib Bahar bin Smith yang dizalimi, bebaskan Doktor Syahganda Nainggolan, bebaskan Bapak Anton Permana, Bapak Jumhur Hidayat, bebaskan dulu mereka," ucap Habib Rizieq.

"Bebaskan dulu para buruh, bebaskan mahasiswa, bebaskan para pendemo, bebaskan para pelajar, yang sampai sekarang masih memenuhi ruang-ruang tahanan, bebaskan dulu mereka, tunjukkan niat baik," imbuhnya.

Kata Habib Rizieq, niat baik pemerintah dengan menghentikan kriminalisasi ulama dan para aktivis bisa membuka ruang dialog untuk menciptakan rekonsiliasi. Setelahnya, ia siap duduk bersama pemerintah kapan dan di mana pun pemerintah inginkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut