Wali Kota Pertanyakan Kebijakan Siaga Satu COVID-19 untuk Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris
Sumber :
  • VoxPop/Zahrul Darmawan

VoxPop – Wali Kota Depok Mohammad Idris akhirnya berbicara atas informasi yang menyebut kota yang dia pimpin dalam kondisi siaga satu dalam penyebaran COVID-19. Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui alasan penetapan status itu, apalagi konsekuensi-konsekuensinya.

img_title Irjen Pipit Bentuk Tim Gabungan Ungkap Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur

“Dapat disampaikan bahwa pertama mengenai informasi kebijakan siaga satu, saat ini kami belum menerima parameter dan indikator-indikator siaga satu yang dimaksudkan,” katanya, Kamis, 7 Januari 2021.

Karena belum jelas, Idris mengimbau masyarakat, terutama warga Kota Depok, untuk tidak berlebihan menanggapi kabar itu. Pemerintah Depok akan mengklarifikasinya kepada pemerintah provinsi Jawa Barat.

img_title Penjualan Semester I-2026 Naik 5,6 Persen, SIG Bidik Perluasan Pasar di Jawa Barat

Baca: Orang Pertama Disuntik, Jokowi Ingin Tunjukan Vaksin COVID-19 Aman

Yang pasti, dia mengingatkan, sementara ini memang masih ada masalah perbedaan data jumlah kasus COVID-19 antara pemerintah Depok dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Kesehatan. Pemerintah Depok sudah mengkomunikasikan itu kepada Kementerian Kesehatan sejak Oktober 2020.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

“Karena pengendali data ada di provinsi, yaitu Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Wabah Penyakit dan Bencana Jawa Barat). Kami juga sudah komunikasi dengan Pusdatin Kemenkes, dan Pusdatin Kemenkes sudah siap melakukan bridging data antara pusat dengan Depok,” katanya.

Atas dasar itu, Idris berharap Pikobar dapat memberikan akses dan ikut bersama-sama menyelesaikan masalah itu. Masalah data itu penting, karena di antaranya menentukan satu daerah sebagai zona merah COVID-19. (ase)

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Janjikan Hadiah, Dedi Mulyadi Minta Warga Lapor hingga Viralkan Peredaran Tramadol di Jabar

Dedi Mulyadi mengajak warga melaporkan temuan tersebut kepada aparat berwenang maupun melalui unggahan di media sosial. Ia menegaskan masyarakat yang aktif

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut