KNKT Pastikan Kapal MV Nur Allya Tenggelam karena Kelebihan Muatan

KNKT ungkap hasil penyelidikan tenggelamnya Kapal MV Nur Allya
Sumber :
  • R Jihad akbar/VoxPop

VoxPop – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kapal MV Nur Allya milik PT Gurita Lintas Samudera. Kapal kargo tersebut diketahui tenggelam ketika berlayar dari Pelabuhan Weda, Maluku Utara, menuju Pelabuhan Morosi, Sulawesi Tenggara 2019 lalu.

img_title BTN Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemprov Dorong Malut Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko mengatakan, kapal MV Nur Allya yang membawa muatan sebanyak 51.500 metrik ton nickle ore. Kapal yang diketahui berawakan 25 orang serta 2 pengikut, dipastikan tenggelam akibat kelebihan muatan.  

Baca juga: Bagaimana Kekuatan Hukum Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Kata Ahli

img_title Maluku Ungkap Urgensinya RUU Daerah Kepulauan

"Penyebab tenggelamnya kapal bermuatan nickle ore ini sangat mendadak. Sangat singkat itu akibat muatan yang berlebih," katanya di Jakarta, dikutip Sabtu 6 Januari 2021.  

Haryo menjabarkan, dari hasil investigasi ditemukan bukti bahwa kapal tersebut mengalami likuifaksi. Yaitu, fenomena berubahnya secara mendadak material solid dari keadaan kering menjadi seperti cairan. 

img_title Prabowo: Di Perairan Tanimbar Maluku, Kita Punya Cadangan Energi Sangat Besar

Kata Haryo, penyelidikan menemukan bahwa kapal terbalik dan tenggelam dalam waktu yang singkat. Bijih nikel diketahui masuk kategori kargo berisiko tinggi Grup A dalam International Maritime Solid Bulk Cargoes Code. 

"Peristiwa tenggelamnya MV Nur Allya, berlangsung sekitar 30 menit sehingga anak buah kapal tidak bisa menyelamatkan diri dan tenggelam bersama kapal dan juga muatannya," ungkapnya. 

Diduga, kata Haryo, cara melakukan muat kapal kurang tepat. Terlebih lagi kandungan air nickle ore yang diangkut kapal MV Nur Allya tersebut melebihi batas sehingga mudah mencair. 

Penyelidikan KNKT pun mengungkapkan, kapal beserta muatan dan anak buah kapal hingga kini masih berada di dasar laut dengan perkiraan kedalaman lebih dari 500 meter. Mereka hingga kini belum dapat diangkat. 

Sementara itu, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan, kapal MV Nur Allya ini tenggelam di perairan Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Investigasi terkait tenggelamnya kapal tersebut sudah berlangsung selama satu tahun sejak 2019 lalu. 

“MV Nur Allya di Halmahera 21 Agustus 2019. Saya sampaikan maaf lambatnya investigasi. Kami juga sampaikan duka cita kepada keluarga,” ucapnya. 

Soerjanto menjelaskan, dari hasil analisis kerusakan lifeboat, data AIS dan lainnya cukup memastikan bahwa kapal ini tenggelam bersama awaknya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut