Potret Haru Anak Lumpuh di Dekat Pabrik Tembakau, Ibunya Ditahan

Seorang anak IRT bersedih ibunya belum juga pulang karena ditahan
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop – Kasus empat ibu rumah tangga (IRT) yang ditahan Kejari Praya, Lombok Tengah kembali menjadi sorotan. Muncul fakta-fakta yang membuat publik harus mengelus dada.

img_title Hotman Paris Ungkap Kondisi Saraf Kejepit, Takut Lumpuh hingga Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah

Fatimah, tersangka pelemparan dinding spandek pabrik pengolahan tembakau milik UD MAWAR, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, telah lima hari berada di sel tahanan. Dia bersama tiga IRT lainnya ditahan sejak Selasa, 16 Februari 2021.

Anak Fatimah yang berusia sekitar delapan tahun menderita lumpuh. Baru dua bulan, ia mengalami kelumpuhan setelah sebelumnya mengalami sesak napas. Diduga akibat polusi dari pabrik pengolahan tembakau yang setiap hari dihirup.

img_title Pengakuan Mengejutkan YouTuber AM, Lumpuh Temporer Usai 3 Bulan Konsumsi Whip Pink

Baca: Ibu Rumah Tangga Ditahan Bersama Anak, Tak Senasib Kasus Gisel

Semenjak sakit, anak Fatimah tidak dapat lepas dari pelukan ibunya. Dia selalu digendong dan dibawa ke mana saja ibunya beraktivitas. Bahkan, saat insiden pelemparan dinding spandek gudang tembakau, Fatimah melakukan aksinya sembari menggendong anak dan divideokan oleh anak pemilik UD.

img_title Underpass Mampang Sempat Tak Bisa Dilalui, Air Capai 50 Cm

Kini, semenjak Fatimah ditahan, anaknya yang sakit keras harus berpisah dari gendongan ibunya. Dia diurus oleh ayah dan neneknya.

Namun, anak tersebut selalu bersedih. Sering memanggil ibunya yang belum kunjung pulang. Bahkan, saat wartawan mengunjungi rumah Fatimah, anaknya sangat lemas dengan wajah begitu sedih dalam gendongan ayahnya.

Tampak dia tak bersemangat. Dia selalu menidurkan kepalanya di bahu neneknya. Kakinya begitu kurus.

Pengacara Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Mataram, Yan Mangandar Putra, tidak dapat berkata banyak saat menceritakan kondisi anak itu.

Yan mengatakan, bau menyengat setiap harinya di lokasi pabrik pengolahan tembakau membuat Fatimah marah. Anaknya yang sakit, selalu sesak napas menghirup udara tak sedap di sana.

"Salah satunya yang anaknya lumpuh itu. Dia sambil gendong anaknya lempar spandek, karena kasihan dengan anaknya sesak napas terus," ujarnya, Sabtu, 20 Februari 2021.

Photo :
  • VoxPop/Satria Zulfikar

Anak tersebut pernah dibawa berobat ke puskesmas. Pihak puskesmas hanya bisa menyarankan agar anak itu menghindari aroma rokok. Namun ibunya tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain protes kepada pabrik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut