Detik-detik Meninggalnya Wabup Kepulauan Sangihe dalam Pesawat
- ANTARA/HO-Dok. Pribadi
VoxPop – Maskapai penerbangan Lion Air memberikan penjelasan kronologis atas meninggalnya Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong, saat transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pada Rabu sore kemarin.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan pelaksanaan operasional serta penanganan Helmud Hontong dalam perjalanan Denpasar–Makassar–Manado sudah sesuai standar prosedur (SOP).
Menurutnya, Lion Air dengan penerbangan JT-740 telah dipersiapkan secara baik. Semua penumpang serta awak pesawat sudah menjalani pemeriksaan kesehatan COVID-19 dengan dinyatakan negatif dan sebelum masuk ke pesawat udara (ketika berada di terminal keberangkatan) surat hasil uji kesehatan sudah diverifikasi oleh petugas medis dari lembaga yang berwenang.
Danang menjelaskan, Lion Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LPY yang telah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang dan beroperasi (airworthy for flight). Jadwal keberangkatan JT-740 pukul 15.08 WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada 16.08 WITA (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08).
“Pada pukul 15.40 WITA, terdapat satu penumpang dimaksud yang membutuhkan pertolongan medis lebih lanjut. Pimpinan awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bersama kru kabin lainnya menghampiri langsung guna mengetahui kondisi aktual penumpang. Setelah mendapatkan informasi detail dan pengamatan, SFA segera melakukan pengumuman (announcement) apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter atau tenaga medis. Di penerbangan JT-740 terdapat tenaga medis (kesehatan), yang dibuktikan dengan tanda identitas secara resmi,” ujarnya melalui keterangan resmi kepada VoxPop, Kamis, 10 Juni 2021.
Danang melanjutkan, dalam menjalankan prosedur kerja penanganan penumpang, awak kabin segera memberikan tabung oksigen portabel dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang, menyandarkan kursi serta memasangkan masker oksigen.
Setelah berkoordinasi dengan awak kabin, pilot memutuskan untuk mengarahkan penerbangan ke bandar udara terdekat, yang mana saat itu adalah Bandar Udara Internasional Hasanuddin (sebagai bandar udara tujuan) dan menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara dan petugas darat (ground operation control).
Pukul 16.10 WITA, petugas layanan darat (ground handling) Lion Air di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin menghubungi tim medis di bandar udara. Pesawat mendarat pada 16.17 WITA, ketika posisi pesawat sudah sempurna dan berada di landas parkir (apron) tim medis bersama petugas Lion Air melakukan penanganan dan penjemputan dari pintu pesawat bagian belakang, kemudian dilakukan pemeriksaan dan pertolongan.
