Banyak Hakim Positif COVID-19, PN Jakpus Kembali Lockdown

Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Sumber :
  • ANTARA/Livia Kristianti

VoxPop - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan menghentikan sementara sejumlah agenda persidangan. Ini memperhatikan jumlah pegawai dan hakim yang terpapar COVID-19.

img_title Hakim Langgar Etik Meningkat 100 Persen, Sahroni Dorong Mutasi Besar-besaran

"Maka telah diinstruksikan untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, terhitung hari ini Selasa, 22 Juni 2021 sampai dengan Kamis 24 Juni 2021, Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk sementara kegiatan operasionalnya (persidangan) dihentikan," kata Humas PN Jakarta Pusat, Bambang Nurcahyono, kepada awak media, Selasa, 22 Juni 2021.

Bambang menjelaskan jumlah pegawai dan hakim yang reaktif COVID-19 tersebut, berdasarkan hasil swab antigen yang dilalukan pihaknya pada Senin kemarin.

img_title Pelanggaran 121 Hakim yang Disanksi Dibuat Sebelum Kenaikan Gaji 280 Persen

"Saya sampaikan informasi hasil swab antigen yang telah dilakukan oleh PN Jakarta Pusat hari Senin tanggal 21 Juni 2021, terdapat 18 orang yang hasilnya reaktif dan 9 orang yang hasilnya positif berdasarkan test PCR, dengan demikian berjumlah 27 orang," ujarnya.

Baca juga: Total Jumlah Pasien COVID-19 di Kudus Lebih dari 12 Ribu Orang

img_title Daftar Pelanggaran 121 Hakim yang Kena Sanksi: Terima Suap, Judi Online hingga Selingkuh

Meski menutup operasional sementara, PN Jakpus tetap melayani urusan peradilan yang bersifat mendesak, hingga kembali dibuka nanti.

"Untuk hal-hal yang bersifat urgent tetap dilayani namun bersifat terbatas. Dan Kantor Pengadilan Jakarta Pusat akan aktif kembali pada hari Jumat tanggal 25 Juni 2021," ujarnya.

Bambang lebih lanjut mengatakan selama PN Jakpus ditutup akan dilakukan penyemprotan disentifektan ke semua ruangan kantor dan bagi hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat yang terpapar COVID-19 diberikan izin sakit untuk melakukan isolasi mandiri.

"Untuk hakim dan Pegawai PN Jakarta Pusat, tetap melakukan kegiatan pekerjaan dari rumah (WFH)," katanya.

Tim penasihat hukum mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim

Jelang Sidang Banding, Pengacara Nadiem Desak Hakim Periksa Ulang Saksi dan 2 Bukti Kunci

Eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim minta Majelis Hakim Pengadilan Tinggi memeriksa kembali sejumlah fakta, saksi, ahli, serta alat bukti dalam sidang banding mendatang.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut