Wawan Didakwa Suap Kalapas Sukamiskin Senilai Rp92 Juta dan 1 Mobil

Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VoxPop – Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, didakwa telah menyuap dua Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Bandung, Jawa Barat. Suami Airin Rachmi Diany itu, didakwa menyuap Kalapas Sukamiskin sekira Rp92 Juta dan satu unit mobil Kijang Innova.

img_title KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Terima Suap Mobil Senilai Rp1,2 M hingga Sapi Kurban

Adapun dua Kalapas Sukamiskin yang menerima suap dari Wawan, yakni Deddy Handoko dan Wahid Husen, melalui perantaraan staf Kalapas, Hendry Saputra.

Adik mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah itu didakwa menyuap dua Kalapas Sukamiskin bersama-sama dengan Ari Arifin, selaku asisten pribadinya.

img_title Usai Divonis 2 Tahun, Bos Blueray Cargo Ambil Keputusan Mengejutkan Soal Banding

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan," kata Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin, 6 September 2021.

Suap sebesar Rp92 juta dan satu unit mobil untuk Deddy Handoko dan Wahid Husen, itu dimaksudkan agar Wawan bisa mendapatkan izin keluar masuk Lapas Sukamiskin dengan leluasa. Wawan diduga keluar masuk lapas untuk kepentingan pribadi.

img_title Polda Metro Jaya Dalami Kepemilikan Aset Hasil Penggeledahan Kasus Suap dan TPPU

"Pemberian itu karena atau berhubungan dengan sejumlah 'kemudahan' dan 'kelonggaran' kepada terdakwa selaku warga binaan terkait ijin keluar dari Lapas Sukamiskin, yang diberikan Deddy Handoko maupun yang diberikan Wahid Husen selaku Kalapas Sukamiskin," jelas jaksa KPK.

Atas perbuatannya, Wawan didakwa melanggar Pasal Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid

KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Kasus Suap Bupati Kuansing

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemanggilan saksi selalu didasarkan pada kebutuhan penyidikan. Saat ini, penyidik masih mempelajari hasil pemeriksaan para pejab

img_title
VoxPop.co.id
24 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut