KPK Sebut Bupati Probolinggo Disetir Suami Saat Ambil Keputusan

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari (kanan) bersama suami
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ws

VoxPop – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari diduga oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disetir oleh suaminya yang merupakan anggota DPR Hasan Aminuddin saat mengambil kebijakan di wilayahnya.

img_title KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Kasus Suap Bupati Kuansing

"Semua keputusan yang akan diambil bupati harus dengan persetujuan suami bupati, termasuk pengangkatan pejabat harus lewat suaminya dan suaminya membubuhkan paraf dulu," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada awak media, Selasa, 7 September 2021.

Firli lebih jauh menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan undang-undang. Seharusnya, Hasan tak bisa ikut campur meski dirinya mantan bupati Probolinggo. Apalagi, Hasan saat ini merupakan anggota DPR RI. 

img_title KPK Ungkap Bupati Lombok Barat Terima Suap Mobil Senilai Rp1,2 M hingga Sapi Kurban

Baca juga: Aturan PPKM Level 3 Bagi Pelaku Usaha Restoran di Jakarta

Tindakan Hasan diyakini memperburuk kualitas kerja pejabat di Probolinggo. Masyarakat diyakini mendapatkan kerugian dari tindakan itu.

img_title Usai Divonis 2 Tahun, Bos Blueray Cargo Ambil Keputusan Mengejutkan Soal Banding

"Kalau ini terus terjadi, sulit rasanya masyarakat menerima pelayanan yang mudah, murah dan berkualitas terbaik," kata Firli.

Sebelumnya, KPK menangkap Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari lantaran melakukan praktik jual beli jabatan di wilayah kewenangannya. 

Puput disebut memanfaatkan kekosongan jabatan untuk melakukan tindakan koruptif. Diduga, Puput mematok harga Rp20 juta untuk satu jabatan.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby

KPK Periksa Istri Bupati Kuansing Nonaktif hingga Mantan Sekda, Dalami Kasus Dugaan Suap Jual Beli Jabatan

KPK segera memanggil istri Bupati Kuansing nonaktif, mantan Sekda, anggota DPRD, dan tenaga ahli sebagai saksi dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut