Kesedihan Anak Ceritakan Tak Boleh Lihat Jasad Jenderal Ahmad Yani

2 Anak Jenderal Ahmad Yani saat ziarah ke taman makam pahlawan
Sumber :
  • VoxPop / Willibodus (Jakarta)

Untung melanjutkan, bahwa pemakaman Jenderal Ahmad Yani baru dilakukan pada 5 Oktober, setelah jazadnya ditemukan di Lubang Buaya pada 4 Oktober 1965. Malam setelah ditemukan, keluarga diminta ke Markas Besar TNI AD (Mabesad) untuk jenazah Ahmad Yani.

img_title Pengakuan Mengejutkan Penganiaya Pegawai SPBU di Jaktim Alasannya Teriak 'Mobil Jenderal'

"Tanggal 4 Oktober menjelang malam, kita diperintahkan untuk ke Mabesad untuk lihat jenazah, tapi jenazahnya udah enggak kelihatan lagi, di dalam peti. Udah bau jadi ditutup. Waktu di RSPAD juga kita enggak lihat juga, cuman kita lihatnya hanya peti dan kita yakin bahwa ayah kita ada di situ," lanjut dia.

Bahkan, istri Jenderal Ahmad Yani, Yayu Rulia Sutowiryo pun tak sempat melihat suaminya itu direnggut nyawanya hingga dimakamkan. Yayu hanya meminta potongan rambut suaminya itu. Potongan rambut itu kemudian selalu dibawa oleh Yayu.

img_title Teriak ‘Mobil Jenderal’ dan ‘Kapolda’, Penganiaya Pegawai SPBU di Jaktim Resmi Jadi Tersangka!

"Setelah wafat, ibu juga tidak dikasih liat jenazahnya. Ibu hanya minta tolong dipotongin rambutnya bapak. Itulah yang dibawa ke mana-mana sama ibu," kisah untung.

"Ibu terakhir enggak lihat, karena terakhir itu ibu pamitan sama bapak sekitar jam 10 malam menuju ke Taman Senopati, di Taman senopati kan itu rumah dinas juga. Kemudian ibu saya ulang tahun tanggal 1 Oktober, jadi orang jawa itu biasanya terakota. Jadi ibu saya pergi sama temannya dan beberapa orang ajudan serta pengawal yang biasanya melekat di bapak," sambungnya.

img_title Ngaku 'Mobil Jenderal' dan Sebut 'Kapolda', Pelaku Aniaya Pegawai SPBU di Jaktim Cuma Wiraswasta!

Saat berdiri di depan makam Ahmad Yani, Untung pun bercerita kembali ke belakang, saat terakhir ia melihat ayahnya masih dalam keadaan bugar dan sehat. Dia menguraikan, bahwa pada malam 30 September, Ahmad Yani masih menerima tamu seorang kolonel dari KOTI (Komando Operasi Tertinggi), Jenderal Basuki Rahmat, yang saat menjabat sebagai komandan divisi di Jawa Timur.

"Kita lihat bapak itu terakhir jam 10 atau 11 (malam) sehat enggak sakit, masih terima tamu. Habis itu kita enggak lihat lagi. Kebetulan malam itu saya sama Eddy enggak tidur sama bapak, biasanya berempat, yaitu ibu, bapak, saya dan Eddy. Kalau perempuan berenam kan di kamar masing-masing," urainya.

Momen-momen itulah yang terakhir kalinya dilihat anak-anak Jenderal Ahmad Yani sebelum dihabisi. Kedua putra Ahmad Yani juga berupaya menguatkan dirinya saat melihat makam ayahnya. Mereka tak mau berlarut-larut dalam kesedihan dan menganggap semua yang terjadi adalah malapetaka yang bisa datang kapan saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut