Bela Uighur, PB HMI Serukan Boikot Olimpiade Beijing
- Veros Afif/Kabupaten Sumenep
VoxPop - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam turut menyerukan boikot olimpiade musim dingin di China. Mereka ikut bersuara mengingat banyak sekali laporan khususnya dari organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) tentang pusat penahanan muslim Uighur di Xinjiang sejak 2017 hingga tahun ini.
“Sudah tidak terhingga lagi laporan yang berisi dokumen, foto, video yang menunjukkan fakta adanya pelanggaran berat HAM di Xinjiang yang patut diduga kuat dilakukan oleh China,” kata Pj Ketua Umum PB HMI, Romadhon JASN, kepada wartawan, Sabtu, 23 Oktober 2021.
Ormas Islam menggelar aksi demonstrasi bela Uighur di depan Kedubes China.
- VoxPopnews/ Bayu Januar.
Menggema di Dunia
Seruan boikot terhadap even olahraga tersebut kembali menggema di dunia setelah setidaknya 180 kelompok hak asasi manusia internasional sejak awal tahun ini telah menandatangani pernyataan bersama.
Beberapa kelompok bahkan menyebut Olimpiade Beijing sebagai 'Genocide Games' dengan mengacu pada kamp-kamp di Xinjiang, tempat berjuta muslim Uighur yang ditahan seperti kamp konsentrasi Nazi-Jerman di mana jutaan lawan politik diktator Jerman Adolf Hitler dan orang-orang Yahudi ditahan atau dibunuh antara tahun 1933 dan 1945.
Baca juga: Mahasiswa Minta KOI dan DPR Boikot Olimpiade Musim Dingin Beijing
Kejahatan Terhadap Uighur
Pada April 2021, laporan Human Rights Watch 'Break Your Lineage, Break They Roots' menyimpulkan bahwa kejahatan hak asasi manusia terhadap Uighur dan muslim lainnya di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, bahkan lebih sadis dari pembantaian Tiananmen pada tahun 1989 yang dilakukan oleh otoritas Tiongkok.
Aksi solidaritas untuk Muslim Uighur
- ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Menurut laporan Human Rights Watch setebal 53 halaman, pelanggaran di Xinjiang termasuk pengawasan massal, penganiayaan budaya, pemisahan keluarga, kerja paksa, penyiksaan, pelecehan seksual, dan kekerasan hak reproduksi.
Amnesty International juga merilis laporan setebal 160 halaman dengan judul 'Seperti kita adalah musuh dalam perang' yang menurut dokumen, Sekretaris Jenderal Agns Callamard mengatakan bahwa otoritas China di Xinjiang telah menciptakan “pemandangan neraka dystopian dalam skala yang mengejutkan” hingga mengancam menghilangkan identitas agama dan budaya minoritas muslim.
“(China) mau bantah apa lagi, wong jelas kok data, fakta dan bukti kuat pelanggaran HAM berat yang menjurus pada genosida muslim Uighur. Sikap PB HMI jelas, boikot Olimpiade Beijing sebelum Tiongkok hentikan pelanggaran berat HAM di Xinjiang,” kata Romadhon.
